Stasiun Bandung: Gerbang kota Kembang yang bersejarah serta mengukir kenangan

Stasiun Bandung diresmikan pada tanggal 17 Mei 1884 Oleh Bupati Bandung saat itu yakni koesoemadilaga bersamaan juga dengan peresmian jalur kereta api bogor yang dibangun oleh perusahaan Kereta Api Hindia Belanda yakni Staatssporwegen. Pembangunan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan pengangkutan hasil Perkebunan dari priangan ke Batavia, oleh karena itu pemerintah Hindia-Belanda membangun jaringan kereta api Bogor-Bandung-Cicalengka sepanjang 184KM.

Pada awal Tahun 1909 stasiun Bandung mengalami perluasan dan renovasi dengan menambahkan kaca patri pada peron bagian selatan bergaya art deco. Kemudian pada tahun 1989-1990 PJKA mendirikan bangunan stasiun di sisi utara bangunan awal. Keberadaan stasiun Bandung berdampak besar hagi pertumbuhan ekonomi di Kota Bandung dan seiring berjalannya waktu dan perubahan zaman stasiun bandung telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari warga kota bandung. Stasiun ini menjadi saksi bahwa adanya pertemuan dan perpisahan keluarga maupun pertemanan

Menurut salah satu Pegawai KAI yang bernama Aditya mengungkapkan pesan dan kesannya saat ia berdinas dari stasiun ini “Stasiun bandung ini sangat istimewa bagi saya karena bisa dibilang denyut jantungnya kota bandung dan banyak orang yang mau pergi ke luar kota menggunakan Kereta api yang terjangkau lebih efisien dan terjangkau. Untuk kesannya sangat luar biasa karena bangunan heritagenya masih terjaga sampai sekarang” Ujar Aditya(27).

Stasiun Bandung telah menjadi destinasi wisata yang menarik dengan arsitektur kolonial yang unik dan khas serta fasilitas yang modern dan nyaman. Wisatawan dapat menikmati kuliner dan belanja di area stasiun serta menikmati pemandangan segar di kota Bandung, dengan begitu stasiun Bandung ini akan terus menjadi pusat transportasi yang penting dan destinasi wisata yang menarik, menghubungkan jutaan jiwa yang mengukir kenangan yang tak terlupakan.

Scroll to Top