Siapa sangka, dari lapak kecil beralaskan terpal di sudut pasar tradisional, kini bisnis mainan milik Pak Rojali menjelma menjadi jaringan usaha dengan berapa cabang di kota-kota besar diantara nya lampung dan malang. Bagi sebagian orang, menjual mainan anak mungkin dianggap remeh. Tapi bagi Pak Rojali, mainan adalah pintu menuju perubahan hidup.
Cerita bermula pada awal tahun 2000-an, saat Pak Rojali yang saat itu masih menjadi buruh memutuskan untuk berhenti dan mencoba berdagang mainan anak-anak di pasar pagi. Dengan modal seadanya, ia membeli beberapa jenis mainan sederhana seperti mobil-mobilan, balon tiup, dan boneka plastik. Ia menyewa lapak milik temannya nya, dan buka setiap hari mulai pagi hingga sore.
Namun satu hal yang membuat lapaknya ramai adalah pendekatannya yang unik terhadap pelanggan. Ia tak hanya menjual, tapi juga mampu “mendongeng” tentang mainan itu kepada anak-anak, membuat mereka antusias dan merengek pada orang tuanya. Dan juga pada toko beliau menerapkan sistem ( barang yang di beli harus di coba sepertihal nya mobil remot) karna menurutnya membuat pelanggan puas berbelanja di tokonya sangat penting. Perlahan, keuntungan mulai menumpuk. Dari keuntungan itu, Pak Rojali mulai memutar modal, membeli stok lebih banyak, dan membuka jaringan grosir yang bertujuan untuk mmebudahkan para pedagang kecil.
“Awalnya saya cuma ingin punya penghasilan tetap, bisa makan dan bayar kontrakan tiap bulan. Tapi ternyata dagang ini ngasih saya harapan lebih,” ujarnya saat ditemui di salah satu toko cabangnya di lampung.
Momentum besar datang ketika pandemi dan banyak orang tua mulai mencari alternatif hiburan anak di rumah. Pak Rojali mulai mendapatkan pesanan besar dari para grosir, dan salah satu toko di lampung mulai ramai pengunjung. Dalam waktu dua tahun, ia berhasil membuka cabang: malang.
“Kalau dulu bawa barang dagangan sendiri ke pasar tiap pagi. Sekarang saya punya tim mengelola toko saya, bahkan saya hanya diam menerima hasil uangnya” katanya sambil tersenyum.
Transformasi bisnis Pak Rojali menjadi bukti bahwa kerja keras dan inovasi bisa mengubah nasib siapa saja. Ia pun kini aktif memberi masukan kepada pedagang kecil lainnya agar bisa mengikuti jejaknya.
“Jangan malu mulai dari bawah, asal punya mimpi dan berani coba, Insya Allah jalan itu terbuka,” tutupnya.
Kisah Pak Rojali bukan sekadar cerita sukses, tapi juga inspirasi bagi banyak mahasiswa dan generasi muda yang ingin membangun usaha dari nol. Bahwa kadang, peluang itu tak datang dari tempat mewah, tapi dari pasar yang riuh asal kita peka dan mau bergerak.
