Macramé On the Way! Segera Hadir, Warna Baru Lembur Katumbiri dari Jemari ibu-ibu

Suasana sore yang tenang menyelimuti Lembur Katumbiri. Di antara deretan rumah warna-warni yang selama ini jadi daya tarik utama kampung wisata ini, kini terdengar tawa dan obrolan hangat dari sebuah saung sederhana. Jemari-jemari ibu-ibu tampak sibuk memainkan tali berwarna krem, membentuk simpul demi simpul. Mereka sedang belajar sesuatu yang baru: macramé.

Pelatihan ini adalah bagian dari langkah baru kampung wisata Lembur Katumbiri, yang kini ingin menghadirkan ciri khas tak hanya lewat estetika visual, tapi juga lewat karya warga. Macramé—kerajinan simpul tali yang kini digeluti oleh para ibu di sana—menjadi simbol dari harapan itu.

Ka Hardiansyah merupakan Ketua Sanggar Seni Lembur Katumbiri, yang memperkenalkan pelatihan ini. Beliau menjadi penggagas program ini, pelaku. ia mempelajari teknik membuat karya dari simpul tali yang dikenal sebagai macramé secara otodidak, Ka Hardiansyah pernah membentuk brand pribadi bernama “Macraf” bersama Teh Irma, partnernya yang berlatar belakang pendidikan fashion design.

Kini, ia menyalurkan ilmu itu kepada para ibu di kampungnya. Bukan semata soal estetika atau komersialisasi, tapi tentang harapan. “Saya ingin Lembur Katumbiri punya ciri khas baru, bukan Cuma dari warna tembok, tapi juga dari hasil karya tangan warganya,” ujarnya.

Macramé ini masih dalam tahap awal. Pelatihan dimulai malam 17 Juni 2025, dan diikuti beberapa orang yang ikut. Namun semangat ibu-ibu sangat tinggi. Ibu Novi, salah satu peserta, menyebut bahwa kegiatan ini sangat berarti. “Seneng aja, soalnya bisa isi waktu luang. Sambil nunggu anak main, kita bisa bikin ini. Bantu juga buat usaha UMKM,” katanya dengan mata berbinar.

rencananya, Harga jual macramé diperkirakan berkisar antara Rp60.000 hingga Rp100.000. Untuk bahan bakunya biaya yang di keluarkan berkisar dari harga Rp30.000 sampai Rp50.000. Hasil dari penjualan akan disalurkan ke koperasi warga, bukan untuk keuntungan individu. Dana ttersebut akan dimanfaatkan untuk modal usaha, pelatihan individu, serta  pengelolaan lahan bersama.

Ka Hardiansyah menekankan bahwa semua ini bukan hanya soal uang. “Kami ingin warga punya wadah, punya semangat untuk berkembang. Pelatihan-pelatihan itu gratis, tapi income-nya diputar lagi lewat produk ini, kerja sama dengan hotel, travel, dan sponsor event.”

Saat ini, Lembur Katumbiri telah menjalin kerja sama dengan Hotel Haris untuk penyelenggaraan workshop dan pelatihan macramé. Rencananya, beberapa ibu akan dididik menjadi pelatih profesional untuk sesi-sesi tersebut. Selain itu, kampung ini juga sedang menyiapkan maskot wisata berupa tour guide serta memperluas program kerajinan lainnya.

Produk macramé yang sedang dikerjakan ini belum resmi diluncurkan. Rencana peluncurannya masih dalam tahap persiapan dan akan diumumkan lebih lanjut melalui akun Instagram resmi Lembur Katumbiri. Ka Hardiansyah menyebut bahwa akan ada trailer promosi produk yang digarap bersama event organizer sebagai bagian dari rangkaian promosi.

Lembur Katumbiri sedang bersiap menghadirkan warna baru. Tidak hanya melalui macramé, tetapi  juga dengan rencana pertunjukan seni di atas balong yang akan dikeringkan dan digunakan sebagai panggung luar ruangan, edukasi mengenai tanaman herbal, hingga pembibitan bunga. Semua kegiatan ini ditunjukan untuk menciptakan kampung ini sebagai tempat belajar  yang menyenangkan bagi siapa saja yang berkunjung.

Pada tanggal 17 Agustus yang akan datang, Lembur Katumbiri ini rencananya  akan menyelenggarakan acara spesial dengan tema retro: konser jadul dengan busana gaya tahun 80-an dan penerbangan seribu balon. Acara ini dirancang sebagai daya tarik wisata baru sekaligus momentum perayaan pesta rakyat.

“Wisatawan nanti nggak Cuma foto-foto, tapi bisa belajar, ikut workshop, dan bawa pulang sesuatu yang punya cerita,” tutur Ka Hardiansyah.

Lewat simpul-simpul benang yang dikerjakan dengan cinta dan harapan, Lembur Katumbiri menyusun langkah baru. Dan saat produk macramé ini benar-benar hadir di hadapan wisatawan, mereka tak hanya akan membawa oleh-oleh, tapi juga potongan kisah dari kampung yang sedang bertumbuh ini.

Penasaran dengan bentuk, warna, dan kisah di balik simpul-simpulnya? Yuk, cek dan ikuti kabarnya lewat Instagram mereka di @lembur_katumbiri. Sebuah warna baru segera hadir, dan jangan mau ketinggalan momen istimewanya

Scroll to Top