
Di tengah keindahan dan ke asrian di Kampung Cipari, Kecamatan Pangatikan, Kabupaten Garut, terdapat sebuah masjid bersejarah yang menyimpan cerita dan keindahan arsitektur yang tak ternilai. Menurut keterangan dari bapak Dadang selaku ketua DKM “Masjid Asyuro ini, dibangun antara tahun 1933 hingga 1936, merupakan salah satu contoh dari arsitektur Art Deco di Indonesia. Dirancang oleh arsitek ternama Abikusno Cokrosuryo, masjid ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai simbol sejarah dan budaya masyarakat setempat”.
Masjid Asyuro memiliki desain yang mencolok dengan elemen-elemen Art Deco yang khas. Gaya arsitektur ini, yang sering kali diasosiasikan dengan bangunan gereja, memberikan kesan elegan dan modern pada masjid yang dibangun lebih dari delapan dekade yang lalu. Dengan garis-garis geometris yang bersih dan ornamen yang indah, masjid ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung dan jamaah.
Sejak didirikan, Masjid Asyuro telah menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial bagi masyarakat sekitar. Masjid ini tidak hanya digunakan untuk shalat, tetapi juga menjadi tempat berkumpulnya warga untuk berbagai kegiatan, seperti pengajian, perayaan hari besar Islam, dan acara sosial lainnya. Keberadaan masjid ini telah menguatkan ikatan komunitas dan menjadi simbol persatuan bagi masyarakat Kampung Cipari.
Dalam perjalanan sejarahnya, masjid ini juga menjadi saksi berbagai peristiwa penting seperti Peristiwa Pemberontakan DI/TII di Kabupaten Garut. Meskipun telah berusia lebih dari 80 tahun, Masjid Asyuro tetap berdiri kokoh, menjadi saksi bisu perjalanan waktu dan perubahan yang terjadi di sekitarnya.
Dengan segala keindahan dan sejarah yang dimilikinya, Masjid Asyuro di Kampung Cipari adalah sebuah warisan budaya yang patut dijaga dan dilestarikan. Masjid ini bukan hanya sekadar bangunan, tetapi juga simbol identitas dan kebanggaan masyarakat Garut, yang mengingatkan kita akan pentingnya menjaga warisan sejarah untuk masa depan.
