Historiografi, atau penulisan sejarah, adalah disiplin yang terus berevolusi. Di periode yang sering disebut sebagai Abad Pertengahan (sekitar abad ke-5 hingga ke-15 Masehi), tradisi penulisan sejarah mengalami transformasi signifikan, beradaptasi dengan perubahan sosial, politik, dan keagamaan yang mendalam. Memahami historiografi Abad Pertengahan adalah kunci untuk menyingkap bagaimana masyarakat saat itu memahami diri mereka, dunia mereka, dan hubungan mereka dengan masa lalu.
Warisan Klasik dan Transisi Awal
Penulisan sejarah Abad Pertengahan tidak muncul dari kehampaan. Ia mewarisi tradisi kuat dari historiografi Yunani-Romawi, yang ditandai oleh karya-karya sejarawan seperti Herodotus, Thucydides, Livy, dan Tacitus. Mereka menekankan narasi linier, penyelidikan kritis (walaupun dengan standar yang berbeda dari modern), dan fokus pada peristiwa politik dan militer.
Namun, dengan runtuhnya Kekaisaran Romawi Barat dan bangkitnya agama Kristen, fokus penulisan sejarah mulai bergeser. Sejarawan awal Abad Pertengahan, seperti Gregorius dari Tours (penulis Sejarah Bangsa Frank), masih mencoba melestarikan catatan kronologis, tetapi mereka juga memasukkan elemen-elemen baru: mukjizat, intervensi ilahi, dan penekanan pada peran Gereja. Pada fase ini, tujuan sejarah bukan hanya mencatat peristiwa, melainkan juga menafsirkan peristiwa tersebut dalam kerangka Kristen.
Kronik, Annal, dan Cermin Ilahi
Bentuk paling umum dari historiografi di Abad Pertengahan adalah kronik (chronicle) dan annal (annals).
- Annal adalah catatan peristiwa tahunan yang ringkas, seringkali dibuat oleh biarawan di biara-biara. Catatan ini bisa sangat sederhana, seperti “Tahun ini: terjadi kelaparan,” atau mencakup peristiwa penting seperti kematian raja atau pertempuran besar.
- Kronik lebih ambisius, menawarkan narasi yang lebih panjang dan terstruktur, seringkali mencakup periode waktu yang lebih luas dan memasukkan detail-detail seperti silsilah, legenda, dan khotbah moral. Penulis kronik tidak hanya mencatat, tetapi juga menafsirkan makna peristiwa, seringkali dengan tujuan moral atau teologis.
Banyak sejarawan abad pertengahan percaya bahwa sejarah adalah “cermin” yang melaluinya orang dapat melihat pekerjaan Tuhan di dunia (speculum principum atau cermin pangeran, untuk pelajaran moral bagi penguasa). Peristiwa sejarah dilihat sebagai bagian dari rencana ilahi yang lebih besar, dengan akhir zaman sebagai puncaknya.
Kebangkitan Autobiografi dan Sejarah Lokal
Menjelang akhir Abad Pertengahan, muncul tren yang lebih beragam dalam historiografi:
- Biografi dan Autobiografi: Tokoh-tokoh penting, baik raja, santo, atau bahkan individu biasa (seperti penulis wanita Christine de Pizan), mulai memesan atau menulis kisah hidup mereka sendiri. Ini memberikan perspektif yang lebih pribadi dan seringkali lebih rinci tentang kehidupan di era tersebut.
- Sejarah Lokal dan Perkotaan: Seiring dengan pertumbuhan kota dan kekuatan borjuis, ada peningkatan minat dalam mencatat sejarah komunitas lokal, keluarga terkemuka, dan perkembangan institusi kota. Ini seringkali didorong oleh kebutuhan untuk menetapkan hak istimewa, properti, atau legitimasi politik.
Pada periode ini, meskipun masih sangat dipengaruhi oleh pandangan dunia Kristen, muncul pula upaya yang lebih besar untuk mengumpulkan dan memeriksa dokumen-dokumen, meskipun metode kritik sumber masih jauh dari standar modern.
Batasan dan Warisan
Historiografi Abad Pertengahan memiliki batasan yang jelas jika dilihat dari kacamata modern. Kurangnya kritik sumber yang sistematis, kecenderungan untuk memasukkan mitos dan legenda, serta bias religius atau politik adalah hal yang umum. Namun, tidak adil untuk menilainya dengan standar abad ke-21.
Meskipun demikian, karya-karya ini adalah harta karun informasi. Mereka memberikan wawasan tak ternilai tentang pemikiran, nilai-nilai, dan peristiwa yang membentuk Abad Pertengahan. Para sejarawan modern bergantung pada kronik dan annal ini untuk merekonstruksi masa lalu. Historiografi Abad Pertengahan adalah jembatan penting antara penulisan sejarah klasik dan kemunculan historiografi yang lebih modern di era Renaisans dan Pencerahan.
Referensi
- Partner, Nancy F. Serious Entertainments: The Writing of History in Twelfth-Century England. University of Chicago Press, 1977.
- Short, William M. The History of Science and Technology in the Middle Ages. University of Toronto Press, 2017.
- “Medieval Historiography.” Oxford Research Encyclopedia of Religion. Oxford University Press. Tersedia di: https://oxfordre.com/religion/display/10.1093/acrefore/9780199340378.001.0001/acrefore-9780199340378-e-473
- “Historiography of the Middle Ages.” Wikipedia. Wikimedia Foundation. Tersedia di: https://en.wikipedia.org/wiki/Historiography_of_the_Middle_Ages
- Southern, R. W. Scholastic Humanism and the Unification of Europe: Volume I: Foundations. Blackwell Publishing, 1995.
