Mengenal Situ Cisanti: Hulu Sungai Citarum Yang Memesona

Tugu Situ Cisanti (Sumber: Dokumen Pribadi)

Kertasari Di jalan raya yang memicu adrenalin karena banyak tanjakan dan belokan. Tidak menurunkan semangat orang-orang yang beraktivitas dan berjuang untuk pergi ke tujuannya masing-masing. Suasana pagi hari Kertasari yang sejuk dan hembusan angin yang dingin karena terletak di dataran tinggi.

Di Situ Cisanti ada beberapa orang yang jalan kaki, jogging, mengambil foto, dan selfie. Namun, lebih banyak orang yang jalan kaki karena menikmati keindahan Situ Cisanti. Sebagian besar dari mereka memang datang untuk menikmati keindahan Situ Cisanti.

Situ Cisanti adalah danau buatan. Danau buatan ini memiliki fungsi untuk menampung 6 dari 7 mata air dari kaki Gunung Wayang. Situ Cisanti memiliki danau yang memesona karena tidak memiliiki banyak sampah, airnya jernih, dan banyak papan-papan dari kayu untuk melakukan foto. Situ Cisanti sendiri terletak di Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung.

Situ Cisanti kini menjadi objek wisata yang diminati oleh pengunjung karena alamnya asri, banyak spot foto, dan udaranya bersih. Selain itu, infrastuktur dan fasilitasnya baik seperti jalannya bagus, banyak saung, toilet, mushola, dan ada pedagang-pedagang yang berjualan. Situ Cisanti juga terkenal dengan tugu kilometer 0 Citarum.

Tugu Kilometer 0 Citarum (Sumber: Dokumen Pribadi)

Di Situ Cisanti ada hulu Sungai Citarum. Sungai Citarum adalah sungai terpanjang di Jawa Barat. Sungai ini mengalir dari Situ Cisanti dan bermuara ke Pantai Utara Laut Jawa (Bekasi dan Karawang). Sudah di singgung di atas bahwa Situ Cisanti memiliki 6 dari 7 mata air diantaranya Citarum, Cikahuripan, Cikoleberes, Cihaniwung, Cisadane, dan Cikawudukan. Untuk mata air Cisanti terletak di kebun teh.

Papan Informasi 7 Mata Air di Situ Cisanti (Sumber: Dokumen Pribadi)

Dayat (51) adalah salah satu Pengurus dari Situ Cisanti. Ia mengecek suasana dan keadaan Situ Cisanti karena pada waktu libur ramai orang yang datang ke Situ Cisanti.

“Dinamakan Situ Cisanti karena pada waktu itu ada proyek. Kemudian proyek tersebut dinamakan Cisanti”, ujar Dayat, Minggu (15/06/2025).

Situ Cisanti memiliki mata air-mata air. Mata air-mata air ini berasal dari kaki gunung wayang. Ada dua mata air dari gunung wayang yang keluar dari tanah.

“Mata air Citarum dan Cikahuripan keluarnya atau menyemburkan airnya dari tanah”, jelasnya.

Situ Cisanti bukan hanya tempat wisata dan hulu Sungai Citarum. Akan tetapi, lebih dari itu yakni Situ Cisanti merupakan sumber dari berbagai mata air dan memiliki alam yang asri yang harus dilestarikan dan dijaga keberadaannya agar ekosistem terjaga dan Situ Cisanti tetap memiliki alam yang memesona.

Scroll to Top