PASAR CIROYOM: PUSAT PERDAGANGAN TRADISIONAL YANG TERUS BERTAHAN DI TENGAH MODERNISASI BANDUNG

Bandung, 2 Juni 2025 —Di tengah gempuran pusat perbelanjaan modern dan e-commerce, Pasar Ciroyom tetap menjadi denyut nadi ekonomi masyarakat Kota Bandung, khususnya di wilayah barat kota. Pasar yang terletak di Jalan Arjuna ini telah berdiri sejak zaman kolonial dan menjadi salah satu pasar tradisional paling dikenal di Bandung.Pasar Ciroyom dikenal sebagai tempat yang menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Mulai dari sayuran segar, daging, ikan, hingga rempah-rempah, semuanya tersedia lengkap di pasar ini. Selain itu, Pasar Ciroyom juga terkenal sebagai pusat penjualan sepatu, sandal, pakaian bekas (thrifting), dan peralatan rumah tangga.“Setiap hari, saya belanja ke sini karena lebih murah dan barangnya segar. Sudah bertahun-tahun saya langganan di sini,” ujar Ibu Wati, warga Cicendo yang ditemui saat sedang berbelanja.Namun, kondisi pasar saat ini masih memprihatinkan. Beberapa bagian bangunan terlihat kusam dan perlu perbaikan. Beberapa pedagang juga mengeluhkan soal kebersihan dan drainase yang kurang memadai, terutama saat musim hujan.“Kita berharap ada perhatian lebih dari pemerintah kota. Pasar ini kan penting untuk warga kecil dan pelaku UMKM,” kata Hendra, salah satu pedagang sayur.Pemerintah Kota Bandung sendiri melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian menyatakan telah merancang revitalisasi untuk sejumlah pasar tradisional, termasuk Pasar Ciroyom. Program ini ditujukan untuk memperbaiki infrastruktur pasar, memperkuat sistem distribusi barang, dan meningkatkan daya saing pasar tradisional terhadap pasar modern.Selain sebagai pusat ekonomi, Pasar Ciroyom juga menyimpan nilai sejarah dan budaya yang penting. Lokasinya yang berada di dekat Stasiun Ciroyom menjadikannya titik strategis perdagangan sejak dahulu kala, bahkan sejak zaman Hindia Belanda.Dengan pembenahan yang tepat dan dukungan dari semua pihak, Pasar Ciroyom diharapkan dapat terus menjadi simbol ketahanan ekonomi rakyat dan pelestarian budaya belanja tradisional di Kota Bandung.Sadam Husein (SH)

Scroll to Top