Dibalik perbukitan karst Padalarang, tersembunyi sebuah lanskap purba yang memukau—Stone Garden Citatah. Taman batu seluas dua hektar di Desa Gunung Masigit, Bandung Barat, ini bukan sekadar destinasi wisata alam, melainkan juga museum geologi terbuka yang menyimpan jejak zaman jutaan tahun lalu. Dinamakan stone garden perkiraan tahun 2015 karena wilayah ini dipenuhi oleh bebatuan yang berasal dari laut. Fenomena perubahah alam dari sebuah lautan menjadi pegunungan adalah sebuah fenomena yang sangat unik di zaman ini. Sehingga mengundang peneliti dari kampus kampus di sekitar bandung untuk menggalinya lebih dalam tenatng asal muasal bebatuan purba ini.
Berdasarkan penelitian sebelumnya disebutkan bahwa seiring berjalannya waktu, laut tersebut mengering akibat pergeseran lempeng bumi dan aktivitas vulkanik kuno, sehingga terumbu karang yang mati berubah menjadi batuan kapur (karst) yang kini membentuk lanskap Stone Garden. Formasi batuan unik ini menutupi area seluas sekitar 2 hektar di dataran tinggi Gunung Masigit, Citatah, Padalarang, pada ketinggian sekitar 700–900 meter di atas permukaan laut.ditemukan bahwa batu batu yang menjadi hiasan dalam wisata ini merupakan batu purba yang sudah berumur kisaran 20-50 jt tahun yang lalu pada zaman Miosen. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya fosil binatang karang di area tersebut, yang menunjukkan bahwa wilayah itu pernah berada di bawah permukaan laut. Dengan keunikan keunikan tersebut, banyak turist turist yang berkunjung untuk melihat sendiri bagaimana keindahan stone garden. Walaupun rute untuk menuju stone garden cukup sulit dilewati tidak seperti jalan pada umumnya, tetap banyak yang berkunjung kesana dengan berjalan kaki ataupun menggunakan kendaraan pribadi. Setelah sampai di Puncak Panyawangan, 700 meter di atas permukaan laut. Disana kita dapat meihat pemandangan perbukitan hijau dan barisan batu purba yang seolah membawa kita ke masa lalu Bumi.
Selain itu awan awan yang membentang luas memperlihatkan kecerahannya menambah nilai estetika wisata ini, ditambah rumah rumah warga sekitar dapat terlihat dari puncak ini, dari mulai tukang kebun yang sedang berkebun hingga ibu ibu yang mengasuh anaknya di depan rumah. Dengan pemandangan seperti ini membuat para wisatawan betah berlama lama disini bahkan ada yang mendirikan perkemahan untuk melihat matahari terbit dan tenggelam. Walaupun bukan pegunungan aktif yang ketinggiannya mencapai 3000 diatas permukaan laut, pemandangan yang didapatkan tidak kalah indah dengan puncak puncak gunung lainnnya. Jika melihat dimedia sosial berbagai selebgram berfoto di tebing tebing yang sangat ekstrem demi mendapatka keindahan pemandangannya, sangatt banyak yang menggunakan destimasi wisata ini untuk pre wedding dan bahkan iklan indomie di tv. Saat ini juga di pinggiran wisata stone garden terdapat sebuah wahana seperti terjun ke jurang dan cafe yang membuat destinasi ini semakin banyak dikunjungii oleh berbagai wisatawan. Keunikan Stone Garden Citatah tidak hanya pada keindahan visualnya, tetapi juga pada nilai ilmiah dan sejarah yang terkandung di setiap bongkah batunya. Jenis-jenis batuan di sini tergolong langka dan hanya ada di Indonesia, sehingga penting untuk terus dilindungi dan dilestarikan.
Saat ini juga di pinggiran wisata stone garden terdapat sebuah wahana seperti terjun ke jurang dan cafe yang membuat destinasi ini semakin banyak dikunjungii oleh berbagai wisatawan. Keunikan Stone Garden Citatah tidak hanya pada keindahan visualnya, tetapi juga pada nilai ilmiah dan sejarah yang terkandung di setiap bongkah batunya. Jenis-jenis batuan di sini tergolong langka dan hanya ada di Indonesia, sehingga penting untuk terus dilindungi dan dilestarikan.Stone Garden Citatah adalah bukti nyata bahwa alam punya cara sendiri untuk menyimpan dan menceritakan sejarah panjang bumi. Setiap langkah di antara batu-batu purba ini adalah perjalanan menembus waktu, menyatu dengan lanskap dan kisah yang tak lekang oleh zaman.
