
Gambar Para Peserta Walking Tour Rute “Gedung Sate & Archipelwijk”
Bandung, Jawa Barat – Di persimpangan Jalan Banda dan Jalan Aceh, Kota Bandung berdiri sebuah bangunan yang sekarang dikenal dengan nama “Roemah Kentang 1908”. Bagi warga Bandung, rumah ini identik dengan kisah mistis yang ditandai dengan terciumnya aroma kentang rebus yang muncul tanpa sebab. Tetapi, dibalik kisah mistis yang melegenda, terdapat jejak sejarah tentang organisasi freemason di Kota Bandung.
Freemason sendiri ialah organisasi persaudaraan internasional yang tertutup dan eksklusif. Freemason bukanlah organisasi agama atau teologi apapun, tetapi mereka bertujuan untuk menciptakan persaudaraan, kebebasan berpikir dan standar moral yang tinggi bagi para anggotanya. Freemason juga memiliki simbol-simbol dan ritual-ritual tertentu yang bertujuan untuk membangun moral dan spiritual anggotanya. Struktur anggota freemason terdiri dari unit utama yang disebut dengan Loji yang diatur oleh Loji Besar.
Roemah Kentang 1908 ini dulunya digunakan sebagai loji freemason yang dikenal sebagai Loji Hermes, pusat perkumpulan freemason Bandung. Loji ini merupakan bagian penting dari sejarah organisasi freemason yang masuk ke Hindia Belanda pada akhir abad ke-19. Menurut Selvi, salah satu tour guide CeritaBandung dalam walking tour rute “Gedung Sate & Archipelwijk” pada 10 Mei 2025, Rumah Kentang 1908 merupakan salah satu jejak peninggalan organisasi Freemason di Bandung. Menurut Selvi, pemilihan lokasi Rumah Kentang oleh Freemason bukan tanpa alasan. “Rumah ini dulu pernah dipakai untuk kegiatan freemason, karena bangunannya sangat tertutup, jadi dianggap cocok dan dipilih sebagai tempat pertemuan mereka” ujar Selvi kepada para peserta walking tour saat itu. Selvi juga menceritakan aktivitas freemason selama di Bandung, termasuk bagaimana organisasi rahasia tersebut memilih Rumah Kentang sebagai salah satu tempat pertemuan mereka. Selvi juga memberikan penjelasan bahwa aroma kentang yang tercium dari tempat tersebut bukanlah berasal dari kentang sungguhan atau seperti cerita mistis yang selama ini beredar, tetapi berasal dari tumbuhan yang ada di sekitar rumah tersebut.

Gambar Bagian Samping “Roemah Kentang 1908” Dari Persimpangan Jl. Banda
Selvi menceritakan bahwa informasi mengenai Freemason tersebut didapatnya dari salah satu keturunan anggota Freemason yang rumahnya terletak di sekitar Rumah Kentang 1908. Hal ini menambah validasi mengenai sejarah bahwa bangunan ini memang berkaitan dengan aktivitas freemason pada masa itu.
Rumah Kentang 1908 bukan hanya sekedar menyimpan kisah misterius dan sejarah arsitektur kolonial Hindia Belanda, tapi juga menjadi saksi bisu perjalanan freemason di Kota Bandung. Kini, bangunan bersejarah ini dikenal sebagai restoran dan kafe dengan nama “Roemah Kentang 1908”.
