Program pendidikan barak militer ini trobosanterbaru yang dilakukan oleh gubernur jawa barat yang akhir-akhir sedang menjadi perbincangan dan kontroversial di dunia pendidikan. Pendidikan menjadihal yang paling mendasar dalam negara karna selain dariorang tua yang berkewajiban memberikan pendidikanterhadap anak dan keluarganya negara pula mempunyaikewajiban menyediakan dan memfasilitasi pendidikanuntuk warga negaranya sebagaimana tertera dalam UUD-NKRI 1945 hingga menjadi tujuan untuk mencerdaskananak bangsa. Gubernur Jawa Barat Dedy Mulyadi yang baru menjabat ini memang sudah dikenal sebelumnyasebagai mantan bupati Purwakarta dan terkenal gerakan-gerakan grassrootnya kepada masyarakat tanpa segan, tanpa enggan, banyak sekali yang bisa kita lihat beberapakegiatan-kegiatan yang telah dilakukan oleh beliau dalamchanel youtubenya. Kali ini penulis akan mencobamemandang Program pendidikan barak militer menurutpandangan sang ahli pendidikan Brazil (Paulo Freire). Paulo Freire tokoh pendidikan Brazil amerika latin yang terkenal dengan teorinya “Pendidikan HadapMasalah”dan beberapa karya tulis yang tersohor pada kala itu, ia mengkritik sistem pendidikan Brazil kala itusistem “Gaya Bank”. Freire berpendapat bahwa sistemgaya bank telah menghilangkan sisi kemanusiaannya(Dehumanisasi) karna murid dianalogikan seperti nasabahdan guru sebagai pemilik modal, murid dijadikan sebagaiobjek sedangkan guru dijadikan sebagai sumberpengetahuan\ subjek yang paling benar tidak bisadibantah. Sang murid di doktrin untuk taat dan patuh apayang telah dikatakan oleh guru tanpa mempertanyakanapakah itu benar kenyataaan dll, Freire mengatakan adasisi kemanusiaan atau individu yang terbungkam oleh sistem pendidikan kala itu yang hingga akhir pendidikantidak bertujuan untuk mencerdaskan anak bangsa malahpendidikan itu menjadi alat penindasan\alat pembungkammurid agar tidak kritis terhadap keadaan sosial dan politik. Yang menjadi pertanyaan ialah apa yang teralineasi\dehumanisasi? yang teralineasi atas sistemtersebut ialah <strong>kebebasan induvidu dalamberpendapat atau berbicara,karna murid dituntut untukmenerima dengan mentah-mentah begitu saja apa yang telah diberikan oleh guru.
“Mengapa akhirnya bahwa kebebasan individu para murid yang teralineasi, sebab dalam logika militer semuapatut tunduk dan patuh terhadap atasan tanpa perlumempertanyakan hal-hal yang sekiranya mengganjaldalam diri si murid dan inilah gambaran bahwa terobosanmulyadi ini sangat tidak relevan dengan zaman sekarang. Ketika murid tercap bandel/nakal oleh sang guru kemudian ia diserahkan kepada barak militer yang terjadiialah para murid teralienasi dalam segi kebebasanindividunya dan yang lebih ironis lagi ialah bahwa para murid ini menjadi disiplin/tertib bukan atas dasarkesadaran pribadi/ kesadaran sosial namun para murid inimenjadi sebab adanya peraturan dan perintah yang diberikan oleh para pemangku kebijakan dan para militeryang terlibat.
