
Antusiasme wargi Tasikmalaya melejit, pasca peresmian infrastruktur jalan baru itu dilaksanakan pada hari Kamis (29/8/2024), oleh Presiden RI ke-7 Joko Widodo. Dinukil dari BBPJN (Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional) DKI Jakarta – Jawa Barat (30/Agustus/2024), peresmian tersebut turut dihadiri jajaran Menteri, bersamaan dengan warga kota Banjar.
Jembatan yang menghubungkan Lingkar Utara Tasikmalaya menuju perbatasan Kabupaten Ciamis, tepatnya ruas jalan Cisumur-Garuda itu rampung dalam kurun waktu tiga tahun (2021-2023), dengan kucuran total biaya APBN senilai Rp 112,7 Miliar. Tidak hanya menjadi instrument efektif dalam mobilitas transportasi, jembatan yang dilengkapi dengan dua Tugu Kujang setinggi 25 (dua puluh lima) meter itu digandrungi oleh wargi yang hendak melengang di sore hari sambil berwisata kuliner, menjajaki sajian makanan yang dijual para PKL yang memenuhi trotoar jalan.
Tugu Kujang, hamparan sawah, pemukiman warga, serta landskap gunung yang menjulang kian melengkapi horizon, menjadi keistimewaan tersendiri yang menjadikan jalan baru Lingkar Utara yang berlokasi tepatnya di Kecamatan Purbaratu ini diburu pemuda pemudi yang mengejar keestetikan pemandangan yang disuguhkan sepanjang ruas jalan tersebut. Khususnya pada waktu senja hari.

“Memang biasanya di sini ramai sih, khususnya sore-sore. Apalagi menjelang maghrib itu, biasa barudak itu udah pada nongkrong di samping (bahu) jalan. Ada yang bareng pacarnya, temen-temennya. Intinya banyak. Dulu awal-awal dibuka di sini masih belum ada banyak pedagang kayak sekarang. Sekarang kan bahkan sampe ada yang bangun kafe, tukang dagang yang lainnya juga banyak.” Pungkas salah satu Narasumber berinisial M. A. H.
Suasana keramaian dan kemeriahan jalan Baru ini menjadi satu pengalaman unik. Pasalnya, ruas jalan ini tidak dibangun dengan maksud menjadikannya wisata warga setempat. Namun, semenjak jalanan diresmikan oleh pemerintah, wargi Tasikmalaya berbondong-bondong ikut meramaikan jalanan ini. Meskipun, terdapat beberapa kekhawatiran yang perlu diperhatikan sepanjang jalan. Seperti minimnya kesadaran akan kebersihan lingkungan pada area jalan, ataupun beberapa pemanfaatan trotoar yang seharusnya ilegal, karena status trotoar jalan yang berarti milik publik.
Jalan Lingkar Utara dan Tugu Kujang di sepanjang jalan penghubung kota Tasikmalaya dengan perbatasan Ciamis ini, menjadi satu dari contoh dampak positif infrastruktur yang bermanfaat bagi warga sekitar. Tidak hanya berarti sebagai alat penghubung transportasi yang memangkas waktu lebih cepat, wilayah sekitarnya telah menjelma menjadi spot foto ikonik bagi siapapun yang hendak berkunjung.
