Menyusuri Nafas Kota di Rimba Terakhir: Babakan Siliwangi, Ruang Hijau yang Bicara

Di tengah kepungan beton, klakson, dan mal yang menjulang seperti raksasa, siapa sangka Bandung masih punya detak jantung hijau yang berdetak pelan namun pasti: Taman Hutan Kota Babakan Siliwangi. Terletak di kawasan Lebak Siliwangi, hutan kota ini bukan sekadar ruang terbuka — ia adalah sisa napas alam yang terus bertahan di tengah geliat urbanisasi.

Saat langkah kaki menapaki jembatan kanopi kayu yang membelah rimbunnya pepohonan, suara burung dan gemerisik dedaunan menggantikan deru kendaraan. Di sinilah, warga Bandung dari berbagai lapisan usia datang untuk menghirup udara yang tidak terkontaminasi deadline dan polusi. Anak-anak berlarian, mahasiswa duduk di bangku dengan laptop menyala, dan lansia menenteng botol air sambil berolahraga santai. Semuanya tampak menyatu dengan suasana yang teduh dan bersahabat.

Namun Babakan Siliwangi lebih dari sekadar tempat jalan-jalan. Ia menyimpan cerita panjang yang tak kalah menarik. Dulu, kawasan ini adalah bagian dari hutan alami yang menjadi pelindung Sungai Cikapundung. Dari masa ke masa, fungsi ekologisnya nyaris tergeser oleh rencana komersialisasi. Tapi suara masyarakat, aktivis lingkungan, dan pecinta Bandung bersatu menolak. Hutan kota ini pun tetap lestari, bahkan dinobatkan sebagai salah satu dari sedikit hutan kota dunia oleh UNEP pada tahun 2011.

Bagi banyak warga, Babakan Siliwangi adalah ruang refleksi. Bagi kota, ia adalah paru-paru. Dan bagi sejarah urban Bandung, ia adalah pengingat bahwa pembangunan seharusnya tak mengorbankan harmoni dengan alam. Ketika ruang hijau kian menyempit dan kualitas udara terus terdesak, Babakan Siliwangi menjelma oase yang tak sekadar sejuk — tapi juga bermakna.

Kini, tantangannya bukan hanya merawat, tapi juga menghargai. Sebab, sekali pohon tumbang, sejarah bisa ikut runtuh bersamanya. Babakan Siliwangi bukan hanya hutan kota — ia adalah narasi diam tentang perlawanan, cinta alam, dan harapan yang menyejukkan dalam wujud pepohonan.

Scroll to Top