
Goa Safarwadi di Pamijahan, Kabupaten Tasikmalaya, dikenal luas melalui cerita
turun-temurun mengenai adanya lorong rahasia yang dipercaya sebagian masyarakat memiliki
keterkaitan spiritual dengan Kota Mekkah. Kisah tersebut menjadikan goa ini tidak hanya
sebagai situs sejarah, tetapi juga destinasi religi yang menarik perhatian peziarah dari berbagai
daerah.
daerah.
Terletak di kawasan Pamijahan, Goa Safarwadi memiliki nilai sejarah yang erat kaitannya
dengan penyebaran Islam di wilayah Priangan. Keberadaan goa ini tidak dapat dipisahkan dari
sosok Syekh Abdul Muhyi, seorang ulama yang dikenal berperan penting dalam perkembangan
Islam di Jawa Barat pada abad ke-17.
Isi
Menurut berbagai sumber sejarah lokal dan penuturan salah satu orang warga pamijahan
yang bernama ade kusman sebagai pengelola wisata religi juga, cerita mengenai Goa Safawardi
telah diwariskan secara turun temurun selain dikenal sebagai tempat berkhalwat, goa tersebut
juga sering dikaitkan dengan berbagai kisah spiritual yang masih hidup di tengah masyarakat
hingga saat ini.Syekh Abdul Muhyi merupakan murid dari Syekh Abdul Rauf as-Singkili yang
berasal dari Aceh. Setelah menimba ilmu agama, ia kembali ke tanah Sunda dan menyebarkan
ajaran Islam kepada masyarakat melalui pendekatan dakwah yang menyesuaikan dengan budaya
setempat.
Dalam proses dakwahnya, Goa Safarwadi diyakini pernah digunakan sebagai tempat
beribadah, berkhalwat, dan memperdalam ilmu keagamaan. Kondisi goa yang tenang serta
berada di kawasan perbukitan membuat tempat ini dianggap mendukung aktivitas spiritual pada
masa itu.
Selain goa, kawasan Pamijahan juga menjadi lokasi makam Syekh Abdul Muhyi yang
hingga kini masih ramai dikunjungi peziarah. Kompleks makam tersebut telah berkembang
menjadi salah satu pusat wisata religi yang cukup dikenal di Jawa Barat dan menjadi bagian
penting dari identitas masyarakat Pamijahan.
Daya tarik Goa Safarwadi tidak hanya terletak pada sejarah dakwah Islam, tetapi juga
berbagai cerita rakyat yang berkembang di tengah masyarakat. Salah satu yang paling terkenal
adalah kepercayaan mengenai lorong-lorong goa yang memiliki hubungan dengan berbagai
tempat suci. Meskipun belum dapat dibuktikan secara ilmiah, kisah tersebut tetap menjadi bagian
dari warisan budaya lokal yang menarik perhatian pengunjung.
Keberadaan Goa Safarwadi dan makam Syekh Abdul Muhyi juga memberikan dampak
bagi masyarakat sekitar. Aktivitas ziarah dan kunjungan wisata religi turut mendorong perekonomian warga melalui usaha kuliner, penjualan cenderamata, serta jasa pemandu bagi para
pengunjung yang ingin mengetahui lebih jauh sejarah kawasan tersebut.
Setiap tahun, ribuan wisatawan dan peziarah datang untuk melihat langsung situs
bersejarah tersebut. Kehadiran mereka tidak hanya menunjukkan tingginya minat terhadap
wisata religi, tetapi juga menjadi bukti bahwa peninggalan sejarah masih memiliki peran penting
dalam menjaga ingatan masyarakat terhadap perjalanan penyebaran Islam di Tasikmalaya.
Goa Safarwadi dan makam Syekh Abdul Muhyi bukan sekadar tujuan wisata religi,
melainkan juga saksi perjalanan panjang perkembangan Islam di tanah Sunda. Di balik cerita
yang diwariskan dari generasi ke generasi, tersimpan nilai sejarah yang memperlihatkan
bagaimana dakwah Islam berkembang dan membentuk kehidupan masyarakat hingga saat ini.
Oleh karena itu, keberadaan situs ini perlu terus dijaga sebagai warisan budaya dan sejarah bagi
generasi mendatang.
