
Makam Mama Sempur di Kecamatan Plered, Purwakarta, masih menjadi salah satu tujuan ziarah yang ramai dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah. Setiap akhir pekan, peziarah datang untuk membaca doa dan mengikuti tradisi religi yang telah berlangsung turun-temurun. Kunjungan meningkat menjelang haul tahunan yang rutin digelar masyarakat setempat. Keberadaan makam ulama tersebut hingga kini tetap menarik perhatian, meski berada di tengah perkembangan kawasan modern di sekitarnya.
Aktivitas peziarah mulai terlihat sejak pagi hari. Sebagian pengunjung duduk membaca Al-Qur’an dan berdoa di depan makam, sementara yang lain berjalan di sekitar kompleks ziarah. Beberapa orang tampak beristirahat sambil menikmati makanan atau berbelanja di kios yang berada di sekitar kawasan makam. Masjid yang berada tidak jauh dari area ziarah juga digunakan oleh pengunjung untuk beribadah maupun sekedar melepas lelah.
Salah seorang peziarah yang ditemui di kawasan makam, Fajar, mengaku cukup sering berkunjung ke Makam Mama Sempur. Ia mengatakan bahwa jarak rumahnya yang tidak jauh dari lokasi membuat dirinya lebih mudah datang untuk berziarah. Selain itu, keluarganya juga telah lama memiliki kebiasaan mengunjungi makam tersebut untuk berdoa.
“Rumah saya tidak jauh dari sini, jadi cukup sering datang ke Makam Mama Sempur. Dari dulu keluarga saya juga sering berziarah ke sini untuk berdoa dan mendoakan Mama Sempur,” ujar Fajar.
Menurut Fajar, tradisi ziarah masih terus dijaga oleh masyarakat sebagai bentuk penghormatan kepada para ulama. Ia juga melihat banyak peziarah yang datang dari luar daerah, terutama pada akhir pekan dan menjelang pelaksanaan haul tahunan. Kehadiran para peziarah menunjukkan bahwa makam tersebut masih memiliki tempat penting dalam kehidupan keagamaan masyarakat.
Kompleks makam dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang mendukung kenyamanan pengunjung. Area ziarah dipisahkan antara laki-laki dan perempuan untuk menjaga ketertiban selama berdoa. Tersedia pula tempat istirahat, area parkir, serta sejumlah pedagang makanan yang berjualan di sepanjang jalan menuju kompleks makam.
Di sekitar kawasan makam terdapat masjid, pesantren, dan permukiman warga yang berada tidak jauh dari lokasi ziarah. Keberadaan fasilitas dan lingkungan tersebut menjadikan kawasan Makam Mama Sempur tidak hanya berfungsi sebagai tempat ziarah, tetapi juga sebagai bagian dari kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat setempat. Aktivitas para santri, warga, dan peziarah tampak berjalan berdampingan dalam keseharian kawasan tersebut.
Hingga kini, Makam Mama Sempur tidak hanya berfungsi sebagai tempat ziarah, tetapi juga menjadi bagian dari tradisi religi yang terus dipertahankan masyarakat. Ramainya kunjungan peziarah menunjukkan bahwa penghormatan terhadap ulama dan tradisi keagamaan masih tetap hidup serta diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
