
Ratusan peziarah masih memadati kawasan Sumur Tujuh di Desa Cinunuk, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut. Situs yang berada di area Makam Karang Papak tersebut dipercaya memiliki nilai spiritual sekaligus menyimpan jejak sejarah dan budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Hingga kini, Sumur Tujuh tetap menjadi salah satu tujuan wisata religi yang menarik perhatian masyarakat dari berbagai daerah.
Keberadaan Sumur Tujuh yang dikenal masyarakat sebagai tempat ziarah, tersimpan sejarah panjang yang berkaitan erat dengan sosok Pangeran Papak. Tokoh yang dihormati masyarakat Garut tersebut tidak hanya dikenal sebagai penyebar ajaran Islam, tetapi juga sebagai pelestari budaya lokal. Salah satu warisan yang masih bertahan hingga sekarang adalah Seni Surak Ibra, kesenian tradisional yang lahir dari nilai-nilai kebersamaan dan ekspresi budaya masyarakat setempat.
Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, Sumur Tujuh merupakan peninggalan yang berkaitan dengan Pangeran Papak, seorang tokoh penyebar Islam yang dimakamkan di kawasan Karang Papak. Tujuh sumur yang berada di lokasi tersebut dipercaya memiliki fungsi dan makna tersendiri. Air dari sumur-sumur itu hingga kini masih dimanfaatkan oleh para peziarah untuk berwudu, mencuci muka, maupun sekadar membawa pulang sebagai simbol keberkahan.
Juru kunci kawasan Makam Karang Papak, mengatakan bahwa keberadaan Sumur Tujuh tidak hanya dipandang sebagai situs religi, tetapi juga sebagai bagian dari warisan budaya yang perlu dijaga. Menurutnya, banyak peziarah datang dari berbagai daerah di Jawa Barat bahkan luar provinsi untuk berziarah sekaligus mengetahui sejarah penyebaran Islam di wilayah Garut.
“Sebagian besar pengunjung datang untuk berdoa dan mengenang perjuangan para ulama terdahulu. Kami selalu mengingatkan agar ziarah dilakukan dengan niat beribadah kepada Allah dan tidak berlebihan dalam mempercayai hal-hal yang tidak sesuai ajaran agama,” ujarnya.
Pada hari-hari tertentu, terutama menjelang bulan Ramadhan, bulan Maulid Nabi, maupun hari besar Islam lainnya, jumlah pengunjung Sumur Tujuh meningkat signifikan. Kondisi ini turut memberikan dampak positif bagi perekonomian warga sekitar. Sejumlah pedagang makanan, penjual cendera mata, serta penyedia jasa parkir memperoleh tambahan penghasilan dari aktivitas wisata religi tersebut.
Keberadaan Sumur Tujuh Cinunuk menunjukkan bahwa sebuah situs sejarah tidak hanya menyimpan cerita masa lalu, tetapi juga menjadi ruang pertemuan antara nilai keagamaan, budaya, dan kehidupan sosial masyarakat. Dengan berbagai keunikan yang dimilikinya, Sumur Tujuh tetap menjadi salah satu destinasi wisata religi yang memiliki arti penting bagi masyarakat Garut dan sekitarnya.
