Arsitektur Masjid Al-Syuro Cipari yang Tidak Lekang oleh Zaman

Masjid Al-Syuro Cipari di Kecamatan Pangatikan, Kabupaten Garut, masih berdiri kokoh sebagai salah satu bangunan bersejarah yang menjadi kebanggaan masyarakat. Tidak hanya menjadi pusat kegiatan ibadah, masjid yang berada di lingkungan Pondok Pesantren Cipari ini juga menyimpan jejak panjang perkembangan Islam, perjuangan para ulama, serta memiliki arsitektur yang unik dan tetap terjaga hingga sekarang.

Di tengah perkembangan pembangunan yang terus berlangsung, Masjid Al-Syuro tetap mempertahankan karakter bangunannya yang khas. Perpaduan unsur arsitektur Timur Tengah, Eropa, dan Nusantara tampak pada bentuk menara, jendela, hingga konstruksi bangunan utamanya. Keunikan tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang datang, baik untuk beribadah maupun mempelajari sejarah yang melekat pada masjid tersebut.

Bagi masyarakat Cipari, Masjid Al-Syuro bukan sekadar bangunan tua. Masjid ini telah menjadi bagian dari perjalanan Pondok Pesantren Cipari yang sejak lama berperan sebagai pusat pendidikan Islam di Garut. Dari tempat inilah lahir berbagai aktivitas dakwah, pendidikan, hingga perjuangan para ulama yang turut memberikan kontribusi dalam mempertahankan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.

Pimpinan Pondok Pesantren Cipari, Nasrul (47), mengatakan bahwa keberadaan Masjid Al-Syuro memiliki makna yang jauh lebih besar dibandingkan hanya sebagai tempat ibadah. Menurutnya, setiap sudut bangunan menyimpan cerita tentang perjuangan, pendidikan, dan pengabdian para ulama kepada masyarakat.

“Masjid ini adalah bagian dari sejarah Pondok Pesantren Cipari. Banyak nilai yang diwariskan oleh para pendahulu, mulai dari dakwah, pendidikan, hingga semangat perjuangan. Kami ingin masyarakat yang datang bukan hanya melihat bangunannya, tetapi juga memahami kisah yang tersimpan di dalamnya,” ujar Nasrul saat ditemui di Pondok Pesantren Cipari, Kamis (4/9/2025).

Ia menjelaskan, hingga kini Masjid Al-Syuro masih menjadi pusat kegiatan keagamaan pesantren. Selain digunakan untuk salat berjemaah dan pengajian, masjid juga sering dikunjungi oleh pelajar, mahasiswa, peneliti, serta masyarakat umum yang ingin mengenal lebih dekat sejarah Pondok Pesantren Cipari.

Menurut Nasrul, menjaga bangunan bersejarah tidak cukup hanya dengan merawat fisiknya. Pengenalan sejarah kepada masyarakat, terutama generasi muda, juga menjadi bagian penting agar warisan yang dimiliki pesantren tidak hilang seiring berjalannya waktu.

“Kami berharap semakin banyak generasi muda yang datang dan mengenal Masjid Al-Syuro. Kalau mereka memahami sejarahnya, mereka akan memiliki rasa memiliki dan ikut menjaga warisan ini. Bangunan ini bukan hanya milik pesantren, tetapi juga bagian dari sejarah Garut,” ujar Nasrul.

Berbagai upaya pelestarian terus dilakukan oleh pihak pesantren dengan mempertahankan bentuk asli bangunan tanpa mengurangi fungsi utamanya sebagai tempat ibadah. Di sisi lain, dukungan dari pemerintah dan masyarakat dinilai penting agar proses pelestarian dapat berjalan secara berkelanjutan, mengingat bangunan ini memiliki nilai sejarah yang tinggi.

Keberadaan Masjid Al-Syuro Cipari menjadi bukti bahwa sejarah tidak hanya tersimpan dalam arsip atau buku, tetapi juga hadir melalui bangunan yang masih digunakan hingga saat ini. Dengan arsitektur yang khas, nilai sejarah yang kuat, dan perannya dalam perkembangan Islam di Garut, masjid ini terus menjadi warisan yang layak dijaga serta dikenalkan kepada generasi mendatang.

Scroll to Top
Abah
Abah Ahli Sejarah & Mitos
Abah
Sampurasun, Cucu Abah! Ayo duduk dulu di sini. Kalau ada pertanyaan soal sejarah, budaya, atau mitos leluhur, silakan tanyakan saja. Abah sudah siap mendongeng!