Dari Segenggam Tanah di Mekkah, Berdirilah Kampung Adat Mahmud

Akhir-akhir ini Bandung sedang menjadi destinasi wisata terpadat karena memiliki jenis lokasi wisata yang banyak. Salah satunya adalah Kampung Adat Mahmud yang menawarkan pengalaman berbeda untuk merasakan atmosfer kehidupan Islam dari abad ke-16 M. Dari kampung ini bisa memandang area sawah yang asri dan suasana yang tenang. Kampung Adat Mahmud dapat dijadikan sebagai destinasi pilihan yang berbeda. 

Keindahan alam yang melatari Kampung Adat Mahmud ini menjadi gerbang pembuka dari teka-teki sejarah yang ada di dalamnya. Sebagai destinasi yang anti-mainstream, Kampung Adat Mahmud menantang imajinasi kita untuk membayangkan kembali hiruk-pikuk kehidupan masa awal penyebaran Islam di tepi kelokan Sungai Citarum. Berbeda dengan wisata religi modern, Kampung Adat Mahmud menyimpan sisa-sisa keindahan di sebuah pemukiman yang sakral, mulai dari masjid tradisional tanpa bedug hingga larangan adat yang masih terjaga kuat.

Kampung Adat Mahmud atau disebut juga dengan Situs Mahmud adalah sebuah kampung bercorak Islam yang terletak di Desa Mekar Rahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Kampung Adat Mahmud berdiri atau sudah ada sekitar abad ke-16 akhir atau abad ke-17-an. Kampung Adat Mahmud didirikan oleh Eyang Dalem Haji Abdul Manaf yang merupakan keturunan kedelapan dari salah seorang Wali Songo, yakni Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Djati. Kawasan Kampung Adat Mahmud memiliki beberapa makam yang dikeramatkan di dalamnya seperti makam Eyang Dalem Haji Abdul Manaf selaku pendiri kampung tersebut. Di sekitar makam beliau terdapat pohon caringin yang besar di pagar besi. Makam Eyang Dalem Haji Abdul Manaf dikelilingi oleh makam makam istri beliau, keluarga, dan para keturunannya. Uniknya, meski terletak di daerah besar, Kampung Adat Mahmud masih melestarikan larangan-larangan yang telah diwariskan secara turun temurun.

Bukan sembarang larangan. Ada tujuannya, biar warga di sini bisa beribadah dengan khusyuk.” ujar Haji Nuron selaku tetua Kampung Adat Mahmud. Setiap larangan yang diterapkan di Kampung Adat Mahmud ini bertujuan demi menjaga kesakralan. Selain itu larangan yang dilestarikan ini juga menjadi bukti bahwa Kampung Adat Mahmud mampu bertahan hingga sekarang ditengah berbagai pantangan dimiliki. Buktinya adalah hingga kini Kampung Adat Mahmud masih menjalani tradisi keislaman dan tradisi Sunda dengan khidmat. Kampung Adat Mahmud turut merayakan tradisi Muludan, Rajaban, dan Haul. Ada juga tradisi lokal yang berkembang di Kampung Adat Mahmud ini, seperti Haul Eyang, Haul bapak-bapak atau ibu-ibu Haji, dan tahlilan untuk warga yang telah meninggal.

Haji Nuron mengungkapkan bahwa inisiatif dari pemerintah setempat mampu membantu Kampung Adat Mahmud bisa dikenal masyarakat luas.Kampung Adat Mahmud dijadikan sebagai situs cagar budaya pada sekitar tahun 2010. Peresmian situs ini pun atas inisiatif dari pemerintah Kabupaten Bandung. Tujuan dari dijadikannya Kampung Adat Mahmud menjadi Situs Mahmud adalah untuk menjaga kampung adat ini agar tetap terjaga dan menjadi wadah yang mampu mengikat dulur-dulur. Papan Situs Mahmud ini berada di samping gapura pintu masuk Kampung Adat Mahmud.

Keunikan yang dimiliki oleh Kampung Adat Mahmud ini dibarengi dengan keindahan alam yang menghiasi sekeliling kampung. Hamparan sawah yang hijau membuat mata termanjakan mata sebab disajikan pemandangan yang indah. Hawa yang sejuk pun turut menambah syahdunya berwisata sekaligus ziarah di Kampung Adat Mahmud. Tidak hanya untuk kepuasan pribadi, berwisata ke Kampung Adat Mahmud bisa mengantongi pengetahuan baru mengenai penyebaran Islam di wilayah Bandung Selatan.

Pada akhirnya, Kampung Adat Mahmud bukan sekadar destinasi wisata alternatif di tengah padatnya kota Bandung, melainkan sebuah ruang refleksi di mana sejarah, religi, dan alam menyatu dalam harmoni yang utuh. Melalui statusnya sebagai situs cagar budaya, kampung ini berhasil membuktikan bahwa kearifan lokal abad masa lalu dan keteguhan dalam menjaga pantangan adat tidak memudar ditelan zaman, melainkan menjelma menjadi warisan yang hidup. Mengunjungi Kampung Adat Mahmud ini tidak hanya memanjakan mata dengan lanskap alamnya yang asri, tetapi juga memperkaya batin dengan ketenangan spiritual serta wawasan mendalam mengenai akar sejarah Islam di Bandung Selatan.

Scroll to Top
Abah
Abah Ahli Sejarah & Mitos
Abah
Sampurasun, Cucu Abah! Ayo duduk dulu di sini. Kalau ada pertanyaan soal sejarah, budaya, atau mitos leluhur, silakan tanyakan saja. Abah sudah siap mendongeng!