Menemukan Arti Syukur Bersama Ibu Murjianti di Sudut Jalan Braga

Siapa yang tidak tau braga? 

 

Jalanan yang selalu ramai dikunjungi oleh seluruh kalangan dari tua hingga muda. Braga terkenal dengan cafe cafe cantik, tempat foto aesthetic, makanan viral, dan banyak lagi. Siapa sangka di tengah-tengah keramaian itu, ada seorang ibu yang sedang berjuang untuk merubah nasib dia dan keluarganya.

 

Ibu Murjianti namanya, ia adalah gambaran perempuan yang tangguh, memiliki tekad kuat dan tidak mudah menyerah. Ibu Murjianti berasal dari cirebon, disana ia sudah tidak mempunyai keluarga, bahkan ibu dan ayah nya tidak meninggalkan warisan sama sekali. 

 

“Ya Allah izinkan saya untuk berjuang tanpa warisan” – katanya

 

Mungkin sebagian orang hanya akan menerima nasib nya di kampung, bu Murjianti memiliki tekad yang tinggi untuk berjuang merubah hidup nya ditengah kota meski hanya dengan berjualan tisu saja. 

 

Sedih. Ketika bu Murjianti bilang dia pernah hanya mendapatkan Rp. 5.000 dari hasil jualannya seharian. 

 

Dibalik penghasilannya yang tidak menentu itu, bu Murjianti tetap bersyukur.

 

“Alhamdulillah untuk makan, Ibu dan sekeluarga selalu makan 3×/hari meskipun hanya dengan nasi dan garam. Nasi setengah kilo mah selalu ada neng”

 

Selalu terharu akan rasa syukur yang selalu diucapkan bu Murjianti. Padahal dirumah nya, ia tidak tinggal sendiri. Ada suami, anak bahkan cucu cucu nya yang harus diberi makan. 

 

Apakah nasi setengah kilo itu cukup untuk keluarga yang dibilang cukup besar? mungkin bagi kita tidak, namun rasa syukur bu Murjianti dan keluarga nya sangat besar sehingga mengalahkan kekurangan yang ada, sehingga mereka selalu merasa cukup.

 

Perjuangannya untuk merubah takdir tak berhenti hanya dengan berjualan tisu saja. Bu Murjianti terkadang membuat kue basah dengan harga yang murah yaitu Rp.1.000/pcs.

 

“Ibu juga kadang bikin kue neng dirumah untuk jual lagi, harga nya Rp.1.000/pcs. Ibu gapake pengawet, soalnya ibu ingin sehat, yang beli sehat. Kalo semisal ga abis jualannya ibu makan sendiri” – Katanya dengan penuh senyum 

 

Selalu terharu akan kejujuran dan semangat bu Murjianti. Ia tidak hanya memikirkan tentang dirinya sendiri, namun juga tentang pembeli yang percaya akan dagangannya. 

 

Bu Murjianti selalu memegang prinsip yang membuat saya tersadar. Ketika ia ditanya mengenai masalah-masalah yang pernah ia hadapi, ia tidak mengeluh. Ia hanya bilang:

 

“Masalah selalu ada neng tapi ibu percaya kalo itu dari Allah, jadi selalu dijalanin. Kalo mau marah ditahan, kalo lagi cape sama sesuatu ibu selalu berusaha untuk tahan dan bersabar” – Katanya

 

“Merantau disini kalo dibilang berat ya berat neng, tapi harus dibikin ringan. Soalnya kalo pikiran sama hati senang ke fisik pun bakal kuat” – Sambung bu Mujiarti 

 

Prinsip “dibikin ringan” itu bukan hanya kalimat semata. Namun, terlihat dari ia yang berjalan kaki berkilo kilo meter, ia yang bahkan saat diwawancarai tidak pernah terlihat mengeluh, ia selalu tersenyum, kalimat kalimat yang dilontarkan pun selalu penuh dengan rasa syukur. 

 

Ternyata banyak hal-hal kecil yang bisa saja tidak terlihat ditengah kota yang ramai. Bisa kita lihat sekarang, banyak anak muda yang memiliki gaya hidup tinggi, korupsi menjalar dimana mana. Namun, hari ini ternyata masih ada orang sederhana, jujur yang berjuang mati-matian demi merubah hidup-nya. Bu Murjianti adalah sosok perempuan tangguh, rela meninggalkan desa nya dan menetap di kota. Ia berjuang hanya dari berjualan tisu dan membuat kue basah. Perempuan itu yang kini seharusnya hanya diam dirumah bermain bersama cucu-cucu nya, masih harus berkeliling setiap hari tanpa lelah demi memenuhi kebutuhan keluarga. 

 

Bu Murjianti bukanlah sosok yang perlu dikasihani. Ia adalah sosok inspirasi bagi perempuan seperti saya. Rasa syukur yang tinggi, senyuman yang selalu terpancar dari raut muka nya, dan semangat yang tiada henti untuk berjuang adalah hal yang paling sulit untuk ditiru dan itu yang membuat bu Murjianti ‘Indah’. 

 

Terima kasih untuk bu Murjianti dan ibu-ibu yang bernasib sama dengan ia. Kalian semua adalah Ibu terhebat.

Scroll to Top
Abah
Abah Ahli Sejarah & Mitos
Abah
Sampurasun, Cucu Abah! Ayo duduk dulu di sini. Kalau ada pertanyaan soal sejarah, budaya, atau mitos leluhur, silakan tanyakan saja. Abah sudah siap mendongeng!