
Wisata religi di Kota Bogor tidak hanya menawarkan tempat ibadah sebagai sarana beribadah, tetapi juga menghadirkan bangunan bersejarah yang menjadi saksi perkembangan Islam dari masa ke masa. Salah satunya adalah Masjid Al-Mustofa yang terletak di Jalan Ciremai Ujung, Kampung Bantarjati Kaum, Kecamatan Bogor Utara. Berdiri sejak ratusan tahun silam, masjid ini masih mempertahankan berbagai peninggalan bersejarah yang menjadikannya sebagai salah satu warisan budaya Islam yang tetap lestari hingga sekarang.
Masjid Al-Mustofa dikenal sebagai salah satu masjid tertua di Kota Bogor. Terdapat dua versi mengenai waktu pembangunannya, yaitu pada tahun 1307 Masehi dan 1728 Masehi. Terlepas dari perbedaan tersebut, masjid ini diyakini telah menjadi bagian penting dalam perjalanan penyebaran Islam di Bogor. Pendirinya, Tubagus Mustofa Bakri dari Banten dan Raden Dita Manggala dari Cirebon, berperan besar dalam membangun Kampung Baru yang kemudian berkembang menjadi salah satu pusat penyebaran Islam di kawasan Bantarjati.
Warisan sejarah Masjid Al-Mustofa tidak hanya terlihat dari usianya yang telah mencapai ratusan tahun, tetapi juga dari berbagai peninggalan yang masih terjaga hingga kini. Di dalam masjid tersimpan Al-Qur’an tulisan tangan di atas kulit hewan dan buku khotbah Jumat peninggalan para pendiri masjid. Tak jauh dari kompleks masjid juga terdapat makam Raden Dita Manggala yang masih sering diziarahi oleh masyarakat sebagai bentuk penghormatan atas perjuangannya dalam menyebarkan agama Islam di Kota Bogor.
Keaslian bangunan Masjid Al-Mustofa menjadi salah satu daya tarik yang tetap dipertahankan. Bangunan awalnya menggunakan batu kali, tanah liat, dan tiang-tiang kayu jati yang hingga kini sebagian masih dapat dijumpai. Menurut Ustadz Ahmad Kusnadi, menjaga bentuk asli masjid merupakan upaya untuk mempertahankan nilai sejarah yang dimiliki bangunan tersebut. “Masjid ini bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga peninggalan sejarah yang harus dijaga. Kami ingin masyarakat, terutama generasi muda, mengetahui bagaimana perjuangan para ulama terdahulu dalam menyebarkan Islam di Bogor,” ujarnya.
Selain bangunan bersejarah, Masjid Al-Mustofa juga memiliki tujuh sumber mata air alami yang menjadi salah satu ciri khasnya. Air tersebut digunakan untuk berwudu dan dipercaya tidak pernah kering meskipun memasuki musim kemarau. Ustadz Ahmad Kusnadi mengatakan bahwa mata air itu telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sejak dahulu. “Keberadaan mata air ini menjadi anugerah sekaligus warisan yang terus kami pelihara. Sampai sekarang masih dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berwudu dan menjadi salah satu daya tarik bagi para pengunjung,” tuturnya.
Keistimewaan yang dimiliki Masjid Al-Mustofa membuat pemerintah menetapkannya sebagai bangunan cagar budaya pada tahun 2011. Hingga kini, masjid tetap digunakan sebagai tempat salat berjamaah, pengajian, serta berbagai kegiatan keagamaan lainnya. Tidak hanya itu, keberadaannya juga menarik perhatian pelajar, peneliti, maupun wisatawan yang ingin mempelajari sejarah Islam di Kota Bogor sekaligus menikmati suasana religi yang masih terasa kuat.
Di tengah perkembangan Kota Bogor yang semakin modern, Masjid Al-Mustofa tetap berdiri sebagai simbol warisan sejarah Islam yang tidak lekang oleh waktu. Keberadaan bangunan bersejarah beserta berbagai peninggalannya menjadi pengingat bahwa sejarah bukan sekadar cerita masa lalu, melainkan identitas yang perlu dijaga bersama. Melalui pelestarian yang berkelanjutan, Masjid Al-Mustofa diharapkan terus menjadi tempat ibadah, pusat edukasi sejarah, dan destinasi wisata religi yang menghubungkan generasi masa kini dengan warisan para pendahulu.
