
Kebiasaan minum bir oleh pemerintah kolonial menggugah rasa penasaran warga pribumi khususnya di Batavia. Masyarakat berinovasi membuat minuman mereka sendiri menggunakan rempah-rempah yang berkhasiat dengan nama yang sama yaitu Bir Pletok. Selain itu juga, minuman ini menjadi bentuk perlawanan warga betawi terhadap penjajah.
Tidak berhenti pada masa kolonial saja, Bir Pletok masih terus dilestarikan sampai saat ini dan menjadi warisan budaya betawi. Berbagai bisnis mulai dari usaha rumahan sampai yang mempunyai toko sendiri sudah menawarkan Bir Pletok dengan beragam varian. Seperti yang dilakukan oleh Rosha Batavia di kecamatan Beji, kota Depok.
Ernawati (50), seorang ibu rumah tangga yang membuka usaha Bir Pletok Rosha Batavia sejak tahun 2010. Bisnis rumahannya ini berkembang pesat sampai dipromosikan ke pasar swalayan di berbagai daerah bahkan sudah dikenal di kancah internasional. Pada tahun 2023 Rosha Batavia membawa Bir Pletok ke Bangkok dan Malaysia untuk dipromosikan, lalu tahun 2025 kembali dipromosikan ke Bangkok.
Meskipun minuman tradisional berbahan rempah-rempah, Bir Pletok ini tidak hanya dicari oleh orang tua saja, tetapi juga banyak diminati oleh anak-anak sekolah mulai dari tingkat SD, SMP, SMA sampai ke jenjang kuliah. Bagi siswa-siswi SD, minuman ini dicari untuk acara-acara di sekolah seperti market day sebagai pengenalan budaya Betawi.
Selain itu juga, Bir Pletok ramai dicari karena khasiatnya yang berasal dari bahan-bahan alami. “Khususnya juga kemarin waktu Covid, Alhamdulillah laris banget sampai keluar kota karena memang khasiatnya untuk mencegah virus-virus” tutur Erna pada 16 Mei 2026.
Saat ini Rosha Batavia sudah berinovasi dengan varian bubuknya. Varian ini dibuat untuk memudahkan penjualan dan mengiriman ke luar daerah Depok terutama Luar Negeri. Ide ini muncul ketika Erna akan mendatangi kunjungan keluar Negeri karena khawatir Bir Pletok cair akan sulit dan rusak dalam perjalanan.
Untuk melindungi keaslian rasa dan ciri khas Bir Pletok, Erna mengungkapkan bisnisnya selalu menjalankan SOP. Selain itu menggunakan bahan-bahan yang masih segar, menjaga kebersihan setiap saat dan menjaga proses agar kualitasnya tetap menjadi yang terbaik.
