Masjid Raya Bandung Warisan Sejarah yang Tetap Hidup

Ditengah hiruk-pikuk kota Bandung berdiri megah Masjid Raya Bandung sebagai salah satu ikon religius dan salah satu sejarah islam paling penting di Provinsi Jawa Barat. Tidak hanya berfungsi sebagai rumah ibadah tapi juga sebagai saksi kota Bandung sejak abad-19 hingga zaman modern saat ini.

Keberadaan Masjid Raya Bandung tidak dapat dipisahkan dari sejarah pembentukan Kota Bandung. Sejak awal berdirinya, masjid ini menjadi bagian penting dalam perkembangan kota ,baik sebagai pusat ibadah maupun sebagai simbol kehidupan sosial, budaya, dan pemerintahan masyarakat Bandung. seiring perkembangan zaman arsitektur dan luas bangunan turut berubah menyesuaikan dengan dinamika sejarah yang terjadi.

Masjid Raya Bandung yang pertama kali dibangun sekitar tahun 1810 atas prakarsa Raden Adipati Aria (RAA) Wiranatakoesoemah II, Bupati Bandung ke-6, bersamaan dengan pemindahan pusat pemerintahan Kota Bandung ke tempat sekarang. Dahulu bangunan ini hanya berdinding anyaman  kayu dan beratap daun rumbia. Dan seiring berkembangnya zaman dan dinamika sejarah bangunan ini mengalami 8 kali perombakan pada abad ke-19 dan 5 kali pada abada ke-20 hingga pada akhirnya bangunan yang kita lihat saat ini merupakan hasil renovasi besar  (2001-2003) yang dirancang oleh empat arsitek ternama asal Bandung; Ir. H. Keulman, Ir. H. Arie Atmadibrata, Ir. H. Nu’man, Prof. Dr. Slamet Wirasonjaya.

Salah satu ciri khas Masjid Raya Bandung adalah dua menara kembar setinggi sekitar 81 meter yang berdiri di sisi kiri dan kanan bangunan utama. Selain itu, masjid ini memiliki kubah besar serta area Alun-Alun Bandung yang luas di depannya, menjadikannya salah satu destinasi wisata religi dan landmark Kota Bandung. Kapasitasnya mencapai sekitar 13.000 jamaah sehingga mampu menampung berbagai kegiatan keagamaan berskala besar. 

Selain nilai arsitekturnya, Masjid Raya Bandung juga memiliki nilai historis yang tinggi karena telah menjadi pusat aktivitas keagamaan masyarakat Bandung selama lebih dari dua abad. Keberadaannya menunjukkan bagaimana sebuah bangunan keagamaan dapat bertransformasi mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan fungsi utamanya sebagai pusat ibadah dan pembinaan umat Islam. Selain itu tempatnya yang strategis dengan pusat destinasi wisata seperti jalan Asia Afrika, Braga dan tempat perbelajaan membuat Masjid Raya Bandung ini tidak pernah sepi. 

Scroll to Top
Abah
Abah Ahli Sejarah & Mitos
Abah
Sampurasun, Cucu Abah! Ayo duduk dulu di sini. Kalau ada pertanyaan soal sejarah, budaya, atau mitos leluhur, silakan tanyakan saja. Abah sudah siap mendongeng!