Candi Bojongmenje, Jejak Peradaban Hindu-Buddha di Rancaekek

Pernahkah Anda membayangkan bahwa di tengah padatnya permukiman Kabupaten Bandung tersimpan jejak peradaban yang telah berusia lebih dari seribu tahun? Jejak masa lampau itu dapat dilihat pada Candi Bojongmenje, situs peninggalan Hindu-Buddha yang diperkirakan berasal dari abad ke-6 Masehi dan diperkirakan lebih lebih tua dibandingkan dengan Candi Borobudur dan Candi Prambanan, Hal ini dibenarkan oleh Jaelani (26) seorang Juru Pelihara candi tersebut menjelaskan

“ Tim ahli dulu meneliti sekitar abad ke-6” Ujarnya

Candi bojongmenje ini berlokasi di desa Cangkuang, Kecamatan Rancaekek, Bandung, Jawa Barat. Sejarah awal dari penemuan candi tersebut diawali dari ketidaksengajaan warga setempat ketika akan memperbaiki jalan dan menemukan bongkahan batu yang diduga Merupakan bagian candi yang kemudian dilaporkan kepada pihak yang berwenang

“Awalnya candi Bojongmenje itu ditemukan pada 18 Agustus 2002,  dipelopori oleh abah Ahmad tujuannya untuk kerja bakti memperbaiki jalan ”  Ucapnya

Sebagai salah satu bukti arkeologis peninggalanan zaman Hindu-Budha,  Candi Bojongmenje ini memiliki sarat akan nilai historis namun keberadaan dari candi Bojongmenje yang terletak di daerah pemukiman warga dan terhimpit oleh pabrik membuat akses jalan menuju candi menjadi sulit yang membuat pengunjung harus berjalan kaki melewati jalan sempit untuk bisa menuju Candi tersebut sehingga candi ini jarang diketahui oleh banyak orang.

Selain itu Menurut Jaelani, candi bojongmenje ini bukan hanya sebuah candi tunggal akan tetapi merupakan sebuah komplek candi yang  luasnya diperkiran 4-6  hektar. Tetapi, karena kawasan ini sudah dimiliki oleh pabrik dan lahan milik warga sehingga terjadi keterhambatan pemerintah dalam pemugaran candi.

Jaelani berharap bahwa pemerintah membantu terhadap perluasan wilayah guna mempermudah akses jalan bagi pegunjung sehingga tidak kesulitan untuk mencari akses jalan menuju candi Bojongmenje selain itu juga Jaelani berharap ada perbaikan pada struktur bangunan karena mengingat candi Bojongmenje ini kerap terendam banjir.

“saya berharap besar sebagai juru pelihara kepada pemerintah setempat untuk setidaknya ada sentuhan untuk memperluas area Situs sekiranya untuk akses jalan terelebih dahulu…..saya juga berharap ada perbaikan segi bangunan” Pungkasnya

Meskipun demikian, hal tersebut tidak membuat jejak peradaban yang telah bertahan lebih dari seribu tahun. Batu-batu andesit yang membentuk Candi Bojongmenje menjadi saksi bisu perjalanan sejarah panjang Bandung, sekaligus pengingat bahwa warisan budaya tidak selalu berada di tempat yang mudah ditemukan. 

Scroll to Top
Abah
Abah Ahli Sejarah & Mitos
Abah
Sampurasun, Cucu Abah! Ayo duduk dulu di sini. Kalau ada pertanyaan soal sejarah, budaya, atau mitos leluhur, silakan tanyakan saja. Abah sudah siap mendongeng!