
Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat – Persoalan pengelolaan sampah masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi masyarakat di wilayah pedesaan. Kondisi tersebut juga ditemukan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 20 di Dusun 1, RW 5, Kampung Cipeteuy, Desa Mekarjaya, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat.
Selama menjalankan kegiatan KKN, mahasiswa melihat bahwa sebagian warga masih melakukan pembakaran sampah secara mandiri di sekitar rumah, seperti di halaman depan, halaman belakang, maupun area terbuka lainnya. Kondisi tersebut terjadi karena di wilayah tersebut belum tersedia sistem pengangkutan sampah secara rutin seperti yang umumnya dapat ditemukan di wilayah perkotaan.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN kemudian melakukan kegiatan pembangunan bak sampah dan insinerator sederhana sebagai salah satu upaya untuk menyediakan fasilitas pengelolaan sampah bagi masyarakat.
Kedua fasilitas tersebut dibangun secara berdampingan sehingga dapat digunakan sebagai bagian dari pengelolaan sampah di lingkungan sekitar. Bak sampah disediakan sebagai tempat penampungan sementara, sedangkan insinerator sederhana ditujukan sebagai sarana pembakaran sampah dengan konstruksi yang dirancang untuk meminimalkan asap dibandingkan pembakaran sampah secara terbuka.
Pembangunan fasilitas ini dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi yang ditemukan mahasiswa selama melakukan observasi di lingkungan masyarakat. Sebelum adanya fasilitas tersebut, pembakaran sampah secara terbuka menjadi salah satu cara yang dilakukan sebagian warga untuk mengurangi tumpukan sampah rumah tangga.
Pembakaran sampah secara terbuka di sekitar rumah tentunya dapat menimbulkan asap dan mengganggu lingkungan sekitar. Karena itu, mahasiswa berupaya menghadirkan alternatif fasilitas yang lebih terarah untuk membantu masyarakat dalam mengelola sampah yang dihasilkan dari aktivitas sehari-hari.
Proses pembangunan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan mahasiswa KKN dan warga setempat dalam pengerjaan fasilitas tersebut. Mulai dari persiapan lokasi, pembangunan bak sampah, hingga pembuatan insinerator sederhana dilakukan dengan menyesuaikan kondisi dan kebutuhan lingkungan setempat.
Bagi mahasiswa KKN, pembangunan fasilitas ini menjadi bagian dari program kerja dan juga menjadi bentuk respons terhadap persoalan yang ditemukan langsung selama berada di tengah masyarakat.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat RW 5 Kampung Cipeteuy dalam mengelola sampah rumah tangga dengan lebih terarah, sekaligus mengurangi kebiasaan pembakaran sampah secara terbuka di sekitar rumah.
Namun, keberadaan fasilitas tersebut tentu bukan menjadi satu-satunya solusi terhadap persoalan sampah. Pengelolaan yang berkelanjutan tetap membutuhkan kesadaran masyarakat, kebiasaan membuang sampah pada tempatnya, serta sistem pengelolaan dan pengangkutan yang dapat berjalan secara rutin.
Melalui pembangunan bak sampah dan insinerator sederhana ini, mahasiswa KKN berharap fasilitas yang telah dibuat dapat terus dimanfaatkan dan dirawat oleh masyarakat setelah masa pelaksanaan KKN berakhir.
Pada akhirnya, program ini menjadi salah satu pengalaman penting bagi mahasiswa KKN dalam memahami bahwa permasalahan di masyarakat sering kali membutuhkan solusi yang berangkat dari kondisi nyata di lapangan.
Apa yang dibangun mungkin sederhana.
Namun, bagi mahasiswa KKN, fasilitas tersebut menjadi bentuk kecil dari upaya untuk meninggalkan sesuatu yang dapat terus dimanfaatkan oleh masyarakat Kampung Cipeteuy setelah mereka kembali ke lingkungan masing-masing.
