
Ciharashas — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 32 UIN Sunan Gunung Djati Bandung melaksanakan program pemasangan lampu penerangan jalan tenaga surya di wilayah RW 009, Kampung Gunung Leutik, Desa Ciharashas.
Pada awalnya, kami bersama warga melakukan kegiatan rembug untuk mempertanyakan masalah apa yang sedang mereka alami. Ternyata, selama ini akses penerangan jalan di Kampung Gunung Leutik menjadi masalah utama bagi warga. Akses jalan di Kampung Gunung Leutik tidak dilengkapi penerangan yang memadai. Sehingga jalanan yang biasa dilalui warga untuk beraktivitas menjadi sangat gelap di malam hari, terutama pada titik-titik yang jauh dari pemukiman warga yang sedikitnya dapat menjadi sumber cahaya.
Kondisi ini menimbulkan resiko bagi warga setempat maupun warga yang hanya melintas. Pengendara motor menjadi kesulitan melihat kondisi jalan, seperti lubang, tikungan tajam, maupun tanjakan dan turunan yang cukup ekstrim di beberapa ruas jalan. Selain pengendara bermotor, pejalan kaki termasuk anak-anak hingga lansia yang memiliki aktivitas pada malam hari seperti pengajian atau aktivitas lainnya juga beresiko mengalami kecelakaan bahkan hingga kejahatan malam. Warga yang berjalan kaki selalu membawa alat penerangan untuk menempuh perjalanan pada malam hari agar tetap aman.
Menjawab persoalan tersebut, KKN 32 UIN Sunan Gunung Djati Bandung membantu warga melaksanakan kebutuhannya dengan memasang lampu jalan bertenaga surya di beberapa titik strategis RW 009 Kampung Gunung Leutik. Memilih lampu bertenaga surya bukan tanpa alasan, melainkan banyak manfaat yang ada di baliknya. Selain ramah lingkungan, lampu ini diharapkan tidak membebani biaya listrik warga maupun anggaran. Lampu tenaga surya juga tidak memerlukan jaringan kabel listrik tambahan, sehingga proses pemasangan lebih efisien dan minim resiko.
Sebelum pemasangan, mahasiswa KKN terlebih dahulu melakukan survei pada malam hari untuk menentukan titik-titik yang berpotensi terjadi kecelakaan yang diakibatkan oleh minimnya penerangan. Mahasiswa KKN 32 menyepakati tiga titik temuan yang urgent untuk dipasangkan lampu jalan bertenaga surya. Proses pemasangan dilakukan secara gotong royong setelah Mahasiswa merundingkan hasil temuannya kepada Ketua RW 009 dan Ketua RT 001.
Kehadiran lampu jalan bertenaga surya ini mendapat respon yang positif dari warga setempat. Keberadaan lampu penerangan bertenaga surya memudahkan warga-warga di lingkungan RW 009 untuk beraktivitas di malam hari, bahkan warga yang tidak tinggal di RW 009 pun turut merasakan dampak dari lampu jalan bertenaga surya tersebut saat melewati jalan di RW 009.
“Alhamdulillah hatur nuhun ka mahasiswa KKN anu tos ngayakeun lampu jalan, semoga tiasa ngabantos warga di RW 009” ucap Pak Agus Marman selaku ketua RW 009 di Kampung Gunung Leutik.
Mahasiswa KKN 32 UIN Sunan Gunung Djati Bandung berharap lampu penerangan bertenaga surya tersebut dapat memberi manfaat bagi warga sekitar bahkan setelah masa kegiatan KKN berakhir. Harapan tersebut dapat terwujud dengan cara warga turut serta ikut merawat lampu penerangan jalan bertenaga surya tersebut.
Serta, mahasiswa KKN 32 UIN Sunan Gunung Djati Bandung juga memiliki harapan bahwa kedepannya, warga-warga di RW 009 memiliki kesadaran kolektif untuk mengembangkan lebih banyak lagi fasilitas-fasilitas yang dapat menunjang keberlangsungan aktivitas bagi seluruh warga di RW 009.
