
Berada di tengah rindangnya kawasan hutan lindung Ciamis, Situs Astana Gede Kawali berdiri sebagai bukti nyata tingginya peradaban Kerajaan Sunda Galuh di masa lampau. Cagar budaya yang merawat enam prasasti kuno dan ragam peninggalan raja-raja ini menjadi rujukan penting bagi para peneliti, akademisi, hingga wisatawan yang ingin mempelajari sejarah leluhur tatar Sunda.
Melalui keberadaan situs ini, rekam jejak kepemimpinan Prabu Niskala Wastu Kancana dapat ditelusuri secara utuh. Tidak hanya difokuskan pada perlindungan artefak masa lampau, pengelolaan kawasan ini juga memadukan unsur pelestarian sejarah kekuasaan dan penjagaan keseimbangan ekologi secara bersamaan.
“Di kawasan ini kami menyuguhkan enam prasasti beraksara Sunda Kuno dan Batu Palinggih peninggalan para raja sebagai ‘mesin waktu’ bagi para peneliti maupun wisatawan,” ujar Erwin (46) pengurus Astana Gede Kawali, Kamis (10/4/2025)
Guratan Aksara kuno pada peninggalan tersebut telah perlahan menguak jejak kepemimpinan Prabu Niskala Wastu Kencana di masa keemasannya. Batu Palinggih yang ada di lokasi juga merupakan Singgasana andesit yang menjadi saksi bisu tempat raja-raja sunda dahulu memberikan titah.
Menurut pengurus situs tersebut, Keistimewaan Astana Gede Kawali tidak berhenti pada artefak kekuasaan semata. “Kawasan ini dirancang dengan tata ruang kosmologis yang tinggi dan berstatus sakral sebagai kabuyutan. Disini juga mengalir mata air Cikawali yang dahulu menjadi penyucian diri para raja” ungkapnya.
Pelestarian situs bersejarah ini akan terus dijaga karena kawasan tersebut menjadi bukti nyata adanya peradaban yang tinggi di tatar sunda. Pihak pengelola juga tidak bisa memisahkan kekayaan sejarah situs ini dari fungsi ekologisnya sebagai paru-paru alam di sekitar ciamis. Keberadaan pepohonan yang berusia hingga ratusan tahun di kawasan hutan lindung ini turut menjaga artefak dari pelapukan sekaligus memberi ketenangan jiwa bagi para peziarah.
Dia menambahkan, pihak pengelola akan terus mendampingi pengunjung agar kawasan ini tetap menjadi ruang hidup yang menyatukan masa lalu dan masa kini. Pihaknya ingin semua masyarakat datang memahami pentingnya merawat memori bangsa.
