Mengenal Tarian Sisingaan Hiburan Bagi Warga Subang

SUBANG —Tarian sisingaan yaitu sebuah kesenian yang berasal dari kabupaten subang yang mana tarian tersebut memadukan sebuah boneka singa yang dibuat bisa ditunggangi dan di angkat bonekanya oleh 4 orang serta diiringi musik khas tradisional kesenian sisingaan ini juga masih menjadi salah satu bagian penting di setiap acara yang diselenggarakan si daerah subang  Suara kendang yang bertalu-talu mengiringi orang yang sedang ditandu boneka singa di sepanjang jalan 

 

Sisingaan tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat Subang, tetapi juga menjadi identitas budaya daerah tersebut. Dalam setiap pertunjukannya, para pemain menampilkan berbagai atraksi sehingga penonton tidak merasa bosan. Inovasi dalam penyajian juga membuat kesenian ini mampu bertahan di era modern. 

 

Tarian tidak terlupakan malahan masih mampu bertahan dan masih menjadi tarian kebanggan orang subang karena di setiap perayaan hut subang atau dalam acara kebudayaan sunda maupun acara pernikahan, sunatan, serta perpisahan tarian ini masih sering di adakan sehingga masih melekat dan selalu tergantikan 

 

Menurut Cahyan (58) selaku perangkat desa, menilai bahwa tarian sisingan ini kebanyakan hadirnya tuh bukan cuma di acara penting atau momen penting karena sebagian acara pertunjukan Sisingaan sangat jrang terutam di desa desa di jadikan sebagai acara tunggal

Pertunjukan Sisingaan tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pelestarian budaya Sunda.”Sisingaan merupakan identitas masyarakat Subang yang harus terus dilestarikan” ujarnya saat saya melakukan kumjungan Terhadap desa Cibuluh.

 

Tarian sisingan memang jarang dibawakan setiap hari dikarenakan terdapat banyak kesenian arak arakan yang lain semisal adalah kuda renggong yang berhasil menarik minat warga meski kuda renggong sendiri bukan berasal dari subang tapi meski begitu tarian sisingaan tetap menjadi ikon bagi masyarakat subang itu sendiri

 

Tambahan mengenai sisingaan, sisingaan juga merupakan sebuah simbol bagi masyarakat subang sebagai salah satu bentuk perjuangan masyarakat terhadap penindasaan kolonial patung singa yang di lambangkan sebagai penjajah sedangkan anak atau seseorang yang naik boneka tersebut melambangkan generasi penerus sedangkan orang yang mengarak singa jadi simbol bahwasanya mereka mampu bangkit dari penjajahan

 

Di saat perkembangan zaman yang terus maju dan hadirnya berbagai bentuk hiburan modern Sisingaan tetap menjadi identitas budaya masyarakat Subang Melalui peran seniman pemerintah dan generasi muda kesenian ini diharapkan terus lestari sehingga nilai sejarah, kreativitas, dan semangat perjuangan yang terkandung di dalamnya dapat diwariskan kepada generasi berikutnya 

Scroll to Top
Abah
Abah Ahli Sejarah & Mitos
Abah
Sampurasun, Cucu Abah! Ayo duduk dulu di sini. Kalau ada pertanyaan soal sejarah, budaya, atau mitos leluhur, silakan tanyakan saja. Abah sudah siap mendongeng!