
Situs Batu Kujang di Kampung Tenjolaya Girang, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, menjadi salah satu situs megalitikum yang menyimpan berbagai peninggalan berupa batu menhir dan batu datar. Situs ini dikenal karena keberadaan sebuah batu yang bentuknya menyerupai kujang dan berada di bagian tertinggi kawasan situs di lereng Gunung Salak.
Situs Batu Kujang dipercaya oleh masyarakat setempat sebagai peninggalan masa megalitikum yang digunakan oleh leluhur Sunda untuk berbagai aktivitas ritual. Keberadaannya menarik perhatian peneliti, pegiat sejarah, dan wisatawan karena bentuk batu kujang yang unik serta nilai historis yang dianggap merepresentasikan jejak peradaban awal di kawasan lereng Gunung Salak.
Menurut juru pelihara Situs Batu Kujang, Uci (sekitar 70 tahun), yang akrab disapa Abah Uci, keberadaan Batu Kujang memiliki makna penting bagi masyarakat sekitar sebagai warisan budaya yang perlu dijaga. “Batu Kujang ini bukan hanya peninggalan sejarah, tetapi juga menjadi identitas dan kebanggaan masyarakat Tenjolaya yang harus dilestarikan untuk generasi mendatang,” ujarnya.
Secara fisik, kawasan Situs Batu Kujang terdiri atas sejumlah batu menhir, batu datar, dan susunan batu yang tersebar di beberapa titik. Batu berbentuk kujang yang menjadi ikon situs berada di bagian paling atas area situs dan dapat dicapai melalui jalur setapak yang melintasi kawasan perbukitan. Lingkungan yang masih asri dan dikelilingi vegetasi pegunungan menambah daya tarik situs ini sebagai ruang belajar sejarah sekaligus destinasi wisata budaya.
Berdasarkan kajian arkeologi mengenai situs-situs megalitikum di Jawa Barat, tinggalan berupa menhir dan batu datar umumnya berkaitan dengan tradisi penghormatan kepada leluhur. Keberadaan unsur-unsur tersebut di Situs Batu Kujang menunjukkan bahwa kawasan ini pernah memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat pada masa lampau. Meskipun demikian, penelitian yang lebih mendalam masih diperlukan untuk mengungkap fungsi serta perkembangan situs ini secara lebih komprehensif dalam sejarah lokal Sukabumi.
Saat ini, upaya pelestarian Situs Batu Kujang terus dilakukan melalui pemeliharaan kawasan dan peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga warisan budaya. Berbagai pihak, mulai dari juru pelihara, tokoh masyarakat, hingga pegiat sejarah, berupaya menjaga kondisi situs agar tetap lestari dan terhindar dari kerusakan. Langkah tersebut dinilai penting karena situs megalitikum merupakan sumber pengetahuan yang dapat membantu generasi masa kini memahami kehidupan dan kebudayaan masyarakat terdahulu.
Keberadaan Situs Batu Kujang menjadi salah satu bukti bahwa Kabupaten Sukabumi memiliki kekayaan sejarah dan budaya yang bernilai tinggi. Selain merepresentasikan jejak peradaban masa lampau, situs ini juga berperan sebagai sarana edukasi bagi masyarakat untuk mengenal sejarah daerahnya sendiri. Dengan pelestarian yang berkelanjutan serta dukungan dari berbagai pihak, Situs Batu Kujang diharapkan dapat terus menjadi sumber pembelajaran sejarah sekaligus kebanggaan masyarakat Tenjolaya dan Kabupaten Sukabumi pada umumnya.
