
Bangunannya tampak mulai kusam dan kurang terawat karena penjaga makam yang sudah lanjut usia. Bangunan tersebut merupakan makam daripada seorang tokoh penyebar Islam di Cibiru, makam Eyang Landros. Makam yang dianggap penting namun tidak selalu dikunjungi orang dan tidak terlalu dikenali.
Makam Eyang Landros yang sederhana ada di Kampung Warung Gede. Desa Cibiru Wetan. Seorang penjaga makam yang sudah lanjut usia selalu menyambut pengunjung yang datang sesekali berziarah. Warga sekitar yang mengenal sejarah tempat tersebut masih mengingat sosok Eyang Landros melalui cerita yang diwariskan dari generasi ke generasi. Sosok tokoh penyebar Islam asal Panjalu yang menetap di Cibiru itu masih dikenang meskipun tidak banyak catatan tertulis yang menjelaskan kehidupannya.
Menurut penuturan penjaga makam, Eyang Landros berasal dari Panjalu dan diperkirakan hidup pada abad ke-18 hingga ke-19, ketika masyarakat Cibiru masih berada pada masa perkembangan penyebaran agama Islam. Beliau dikenal sebagai tokoh sepuh sekaligus kyai yang berperan penting dalam mengajarkan nilai-nilai Islam kepada masyarakat sekitar. Penjaga makam juga mengungkap bahwa Eyang Landros memiliki keterkaitan dengan sebelas tokoh lainnya yang tersebar di berbagai wilayah Cibiru, salah satunya Eyang Sawi. “Dulu ada dua belas tokoh yang saling berkaitan, salah satunya Eyang Sawi.
Eyang Landros lebih dikenal di Cibiru Hilir karena beliau menetap di sini,” tuturnya. Eyang Landros menikah dengan seorang perempuan dari Cibiru Wetan dan dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Pak Ahmad. “Beliau hanya memiliki satu anak, yaitu Pak Ahmad. Dari keturunannya itu kemudian lahir Lurah Daud yang pernah menjadi kepala desa di daerah sini,” ujar penjaga makamnya lagi.
Selain dikenal sebagai tokoh penyebar Islam, Eyang Landros juga dihormati sebagai sesepuh yang memiliki pengaruh di lingkungan masyarakat Cibiru. Nama beliau masih sering disebut oleh warga yang mengetahui sejarah kampung tersebut, terutama dalam cerita-cerita yang diwariskan secara lisan.
Kondisi makam Eyang Landros saat ini tidak seramai makam tokoh-tokoh lain yang lebih dikenal masyarakat luas. Menurut penjaga makam, pengunjung biasanya datang pada waktu-waktu tertentu untuk berziarah atau sekadar mengetahui sejarah tokoh yang dimakamkan di tempat tersebut.
Di sekitar makam Eyang Landros terdapat beberapa makam lain yang dipercaya memiliki hubungan dengan beliau. Salah satunya diyakini sebagai makam orang kepercayaan Eyang Landros yang semasa hidupnya turut mendampingi aktivitas beliau di wilayah Cibiru.
