Ketika Jempol Lebih Cepat dari Pikiran: Media Sosial dan Bahaya yang Mengintai Remaja
Bayangkan seorang remaja 15 tahun yang bangun tidur bukan dengan sapaan keluarga, melainkan dengan notifikasi dari Instagram, TikTok, dan WhatsApp. […]
Bayangkan seorang remaja 15 tahun yang bangun tidur bukan dengan sapaan keluarga, melainkan dengan notifikasi dari Instagram, TikTok, dan WhatsApp. […]
Ditengah derasnya arus modernisasi, fenomena ini semakin terlihat, termasuk pada seni tradisional tarawangsa di Rancakalong, Sumedang, yang hingga kini masih
https://apjii.or.id/berita/d/apjii-jumlah-pengguna-internet-indonesia-tembus-221-juta-orang
https://datareportal.com/reports/digital-2024-indonesia
https://perpusnas.go.id/berita/iplm-2024-catat-rekor-tinggi-literasi-nasional-semakin-meningkat?utm_source=chatgpt.com
Pernahkah kita melihat seorang anak usia sepuluh tahun yang lebih mahir menggunakan aplikasi daripada membaca buku pelajarannya? Atau seorang remaja
Aku masih ingat betul perasaan itu. Saat semua teman-temanku sibuk memposting foto wisuda, foto ospek kampus baru, atau bercerita tentang
Kesenjangan pendidikan di Indonesia hingga saat ini masih menjadi persoalan serius yang belum terselesaikan secara menyeluruh. Berbagai pemberitaan dan laporan
Bayangkan sebuah dunia tanpa guru yang terdidik secara metodologis. Mungkin informasi tetap bisa mengalir lewat algoritma kecerdasan buatan, namun apakah
Bayangkan sebuah dunia tanpa guru yang terdidik secara metodologis. Mungkin informasi tetap bisa mengalir lewat algoritma kecerdasan buatan, namun apakah
Di tengah tugas kuliah yang semakin menumpuk, banyak mahasiswa kini lebih memilih mencari meja kosong di kafe daripada kursi belajar