Menjaga Kalam di Tanah Rantau: Jejak Perjalanan Mbak Rina
Langit Purwakarta perlahan berubah jingga ketika lantunan ayat suci Al-Qur’an mulai terdengar dari berbagai sudut Pondok Pesantren Nurrohman Al-Burhany. Di […]
Langit Purwakarta perlahan berubah jingga ketika lantunan ayat suci Al-Qur’an mulai terdengar dari berbagai sudut Pondok Pesantren Nurrohman Al-Burhany. Di […]
Malam perlahan menyelimuti Jalan A.H. Nasution, Kota Bandung. Lampu kendaraan berpendar memantul di permukaan jalan yang basah. Suara mesin bercampur
Ada satu hal yang jarang orang lihat dari seseorang yang terlihat begitu besinar di media sosial. Jejak-jejak kecil yang ia
Ada yang berbeda dari cara ia memandang layar ponselnya, bukan sekadar menggulir linimasa, melainkan mencari-cari kepastian. Namanya mungkin belum dikenal
Langit masih pekat ketika Abdul mulai merapikan gerobak dorongnya. Kayu-kayu tua itu berderit pelan saat rodanya digeser pelan-pelan dari
Suatu siang di Pasar Senen, Aulia larut di antara deretan pakaian thrift yang memenuhi lapak-lapak penjual. Bersama teman-temannya, ia menghabiskan
Pesantren ini berdiri pada tahun 2016 dengan modal utama yang paling berharga: keyakinan. Hanya dengan lebih dari dua puluh santri
Pagi hari itu, mentari hadir di balik ufuk timur, membiaskan Cahaya keemasan yang menembus sela-sela jendela sebuah kantor. Di salah
Malam perlahan menyelimuti Jalan A.H. Nasution, Kota Bandung. Lampu kendaraan berpendar memantul di permukaan jalan yang basah. Suara mesin bercampur
Mesin jahit itu masih berdiri di sudut ruangan. Catnya sudah mengelupas di beberapa sisi, besinya menghitam dimakan usia. Tapi jarumnya