Museum Prabu Geusan Ulun, Jejak Kerajaan di Tanah Sumedang
Dunia mengenal Sumedang karena kulinernya yang khas dan seringkali terucap dengan nama tahu Sumedang. Namun di balik ketenaran kuliner itu, […]
Dunia mengenal Sumedang karena kulinernya yang khas dan seringkali terucap dengan nama tahu Sumedang. Namun di balik ketenaran kuliner itu, […]
Akhir tahun 1600-an, hutan di kawasan priangan masih lebat dan sepi. Di sinilah seseorang pria bernama Raden Aria Wiratanudatar atau
Kabut tipis masih menggantung di antara perbukitan ketika hamparan sawah Desa Parakanceuri mulai disinari matahari pagi. Suara aliran air, aktivitas
KARAWANG — Kompleks percandian Batujaya di perbatasan Desa Segaran dan Telagajaya masih ramai didatangi peziarah, akademisi, dan wisatawan meski industri
Rindangnya pepohonan dan semilir angin yang sejuk, terdapat sebuah tempat yang tak hanya menyimpan pusara, melainkan menyimpan jejak panjang seorang
Gemuruh mesin pabrik dan hiruk-pikuk kendaraan menjadi nafas sehari-hari Kota Karawang, lantunan ayat suci Al-Qur’an terdengar lirih dari sudut alun-alun
Oleh : Dandy Maulidan Suara azan berkumandang dari menara Masjid Besar Rancaekek, berpadu dengan riuh kendaraan yang melintas di Jalan
Layar smartphone murah buatan tahun 2021 itu memantulkan cahaya biru yang tajam, menerangi wajah seorang anak muda berusia awal dua
Penjara Banceuy menjadi saksi bisu perjalanan panjang bangsa Indonesia, terutama pada masa perjuangan kemerdekaan. Bangunan tua ini dikenal luas karena pernah menjadi tempat penahanan tokoh penting nasional dan menyimpan nilai historis yang mendalam. Hingga kini, keberadaannya masih menarik perhatian masyarakat, terutama mereka yang ingin menelusuri jejak perjuangan dan memahami sejarah Bandung dari dekat. Situs peninggalan sejarah yang dimaksud adalah Penjara Banceuy. Bangunan ini merupakan peninggalan masa kolonial Belanda yang berdiri sebagai fasilitas penahanan di pusat Kota Bandung. Sel yang sederhana dan dinding tebal bangunan ini pernah menahan Soekarno pada tahun 1930 sebelum diasingkan ke tempat lain. Jejak sejarah tersebut membuat Penjara Banceuy dikenal bukan hanya sebagai bangunan tua, tetapi juga sebagai ruang penting dalam perjalanan pergerakan nasional. Pada awalnya, Penjara Banceuy tidak dipersiapkan sebagai objek wisata seperti sekarang. Bangunan ini dibangun pada masa pemerintahan kolonial sebagai tempat pemenjaraan bagi para tahanan politik dan kriminal. Salah satu peristiwa paling terkenal yang menandai bangunan ini adalah saat Soekarno menjalani masa tahanan di dalam sel sempitnya. Kondisi sel yang kecil, pengap, dan sederhana justru memperkuat kisah perjuangan yang kelak menjadi bagian penting dari narasi sejarah Indonesia. Seiring waktu, bangunan ini kemudian dipandang sebagai situs penting yang perlu dilestarikan dan dikenalkan kepada publik. Nama Banceuy sendiri melekat karena lokasi bangunan yang berada di kawasan lama Kota Bandung yang sejak dulu dikenal dengan sebutan tersebut. Bangunan ini berdiri di lingkungan perkotaan yang terus berkembang, sehingga penamaannya ikut menjadi penanda wilayah sekaligus pengingat sejarah. Menurut penjelasan pengelola, bentuk arsitektur penjara masih mempertahankan ciri bangunan kolonial dengan dinding tebal, pintu besi, dan tata ruang yang tertutup. Ciri fisik itu membantu pengunjung membayangkan bagaimana kerasnya kehidupan para tahanan pada masa lalu. Upaya pelestarian Penjara Banceuy hingga kini dilakukan dengan menjaga kebersihan bangunan, memperbaiki bagian yang mulai rapuh, dan menata area sekitar agar lebih nyaman bagi pengunjung. Pihak pengelola juga berupaya mempertahankan suasana historis bangunan tanpa menghilangkan keaslian bentuknya. Pembersihan dilakukan secara hati-hati agar tidak merusak material lama yang sudah dimakan usia. Selain itu, papan informasi sejarah dipasang untuk membantu pengunjung memahami konteks perjuangan yang pernah berlangsung di tempat ini. Di tengah pesatnya perkembangan kota modern, Penjara Banceuy menghadapi tantangan pelestarian yang tidak ringan. Tekanan lingkungan perkotaan, polusi, serta keterbatasan ruang membuat perawatan bangunan tua ini harus dilakukan secara berkelanjutan. Menurut pengelola, kerja sama dengan pemerintah daerah, komunitas sejarah, dan masyarakat sangat diperlukan agar situs ini tetap terjaga. Dengan penataan yang baik, kawasan Penjara Banceuy tidak hanya menjadi bangunan bersejarah, tetapi juga ruang edukasi yang bermanfaat bagi generasi muda. Keberadaan Penjara Banceuy di Kota Bandung bukan sekadar menyisakan bangunan tua, melainkan juga menghadirkan jejak perjuangan yang penting dalam sejarah bangsa. Di tengah arus modernisasi, pelestarian situs ini menjadi langkah penting agar nilai sejarah, semangat perjuangan, dan pembelajaran bagi generasi mendatang tetap terjaga dengan baik.
Rudat merupakan kesenian tradisional yang memadukan unsur keagamaan dan budaya lokal masyarakat Blok Kliwon, Desa Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.